Menjelang Pemilu 2024, kepolisian kembali mengingatkan warga untuk tidak lengah menghadapi banjir informasi yang kerap bercampur dengan hoaks. Peringatan itu disampaikan Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya saat menyapa jemaah masjid dan warga sekitar dalam program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi di Masjid Al Jihad, Jakarta Pusat, pada Senin.
Warga Diminta Tidak Mudah Percaya Informasi di Media Sosial
Dirbinmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Badya Wijaya, menegaskan bahwa masyarakat perlu lebih selektif saat menerima dan membagikan informasi, terutama yang beredar di media sosial. Menurut dia, ruang digital kerap dipenuhi kabar menyesatkan, sehingga warga harus lebih berhati-hati agar tidak ikut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.
Badya juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial. Di tengah suasana politik yang mulai menghangat, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh pesan-pesan yang sengaja dibuat untuk memecah belah atau menimbulkan kegaduhan.
Masjid Harus Tetap Jadi Ruang Ibadah, Bukan Arena Politik
Dalam kesempatan itu, Badya menegaskan bahwa tempat ibadah tidak boleh dijadikan sarana politisasi. Ia menolak penggunaan atribut partai politik di masjid dan menekankan bahwa kampanye tidak semestinya masuk ke ruang yang seharusnya dijaga kesuciannya.
Pesan ini disampaikan untuk menjaga agar masjid tetap menjadi tempat yang meneduhkan, bukan wilayah yang dipenuhi kepentingan sesaat. Menurut Badya, menjaga marwah rumah ibadah sama pentingnya dengan menjaga ketertiban di tengah masyarakat.
Silaturahmi Lewat Program Mengaji Bersama Polisi
Program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi sendiri menjadi ruang silaturahmi antara Ditbinmas Polda Metro Jaya dan jemaah masjid. Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan mengaji, tetapi juga shalat berjamaah dan itikaf. Melalui kegiatan itu, kepolisian berharap hubungan dengan warga semakin dekat dan masjid semakin hidup dengan aktivitas yang membawa manfaat.
Badya turut mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid sekaligus menjaga kesejahteraan lingkungan sekitar. Kegiatan di Masjid Al Jihad itu juga dihadiri jajaran Polres Metro Jakarta Pusat, Ketua MUI Johar Baru, serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) wilayah Johar Baru.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.










