Berita  

DKI kemarin berhasil mengendalikan banjir dan mencairkan dana KJP dan KJMU

Sejumlah agenda penting mewarnai Jakarta pada Rabu (29/11), mulai dari penanganan banjir yang kembali ditegaskan harus berjalan terpadu, hingga pencairan bantuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa penerima KJP Plus serta KJMU. Di tengah padatnya isu kota besar, pemerintah daerah juga menyoroti kesiapsiagaan bencana, penghijauan, dan pengawasan pemilu yang kini ikut menjadi perhatian publik.

Pengendalian Banjir Jakarta Tak Bisa Parsial

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekankan bahwa upaya menekan banjir di ibu kota tidak dapat dilakukan secara terpisah. Pengendalian harus menyambung dari kawasan hulu hingga hilir agar hasilnya benar-benar terasa.

Ketua Subkelompok Perencanaan Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Maman Supratman, menyampaikan bahwa persoalan banjir Jakarta berkaitan erat dengan wilayah sekitar. “Untuk Jakarta, kita tahu hulunya di Bogor, Depok, lalu hilirnya di Jakarta,” ujarnya dalam diskusi daring di kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Pernyataan itu menegaskan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya bertumpu pada wilayah Jakarta semata, melainkan memerlukan kerja lintas daerah dan perencanaan yang saling terhubung.

KJP Plus dan KJMU Tahap II Mulai Dicairkan

Di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi DKI Jakarta bersama Bank DKI mulai menyalurkan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap II dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap II secara bertahap.

Plt Kepala Dindik Provinsi DKI Jakarta, Purwosusilo, mengatakan pencairan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membantu kebutuhan pendidikan peserta didik dari keluarga kurang mampu. Ia berharap dana tersebut dipakai sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan.

Program ini menjadi salah satu penopang agar siswa dan mahasiswa penerima bantuan tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya yang terlalu berat.

Dari Kesiapsiagaan Bencana hingga Penghijauan

Di Jakarta Pusat, pemerintah kota mengajukan dua kelurahan sebagai wilayah percontohan Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) 2024. Dua kelurahan yang dimaksud adalah Karet Tengsin di Kecamatan Tanah Abang dan Paseban di Kecamatan Senen.

Sementara itu, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono kembali mengingatkan pentingnya gerakan menanam pohon untuk menghadapi perubahan iklim, pemanasan global, dan polusi udara. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan, bukan hanya seremonial.

Heru menyampaikan hal itu usai mengikuti penanaman pohon bersama Presiden Joko Widodo di Hutan Kota Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Menurut dia, langkah penghijauan merupakan bagian dari upaya bersama memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

Bawaslu DKI Gelar Sidang Perdana DPT Fiktif

Di sisi lain, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta juga memulai sidang perdana dugaan pelanggaran administrasi berupa daftar pemilih tetap (DPT) fiktif untuk Pemilu 2024. Perkara itu menyeret KPU Kota Jakarta Selatan sebagai terlapor.

Sidang yang digelar pada Jumat tersebut menambah daftar isu penting yang mewarnai dinamika Jakarta menjelang tahapan pemilu berikutnya.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.