Memasuki musim hujan, Jakarta Selatan menyiapkan langkah antisipasi lebih awal. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan mengerahkan personel gabungan untuk memastikan wilayahnya siap menghadapi potensi bencana yang biasanya ikut meningkat saat curah hujan tinggi.
Apel kesiapsiagaan digelar di Tebet
Kepala Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta Satriadi Gunawan menegaskan bahwa kesiapan lapangan menjadi hal utama. Ia menyebut seluruh unsur Gulkarmat Jakarta Selatan harus berada dalam kondisi siap menangani berbagai persoalan kebencanaan di wilayah masing-masing. Pernyataan itu disampaikan dalam apel di Kantor Sektor 01 Gulkarmat Kecamatan Tebet, Jakarta, Selasa.
Menurut Satriadi, apel tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan untuk memastikan personel, kendaraan, dan peralatan yang digunakan dalam penanganan bencana benar-benar siap digunakan. Ia juga meminta petugas yang bertugas di kelurahan maupun kecamatan untuk memetakan titik-titik rawan bencana serta menjaga koordinasi dengan pemangku wilayah dan sudin terkait agar penanganan di lapangan berjalan lancar.
400 personel dan unsur gabungan disiagakan
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Syamsul Huda menjelaskan, apel kesiapsiagaan itu diikuti 400 personel Gulkarmat, 50 Relawan Pemadam Kebakaran atau Redkar, serta 50 petugas gabungan dari PPSU dan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur yang hadir dipastikan siap bergerak bila terjadi keadaan darurat.
Huda menambahkan, kesiapan tidak hanya bertumpu pada jumlah personel, tetapi juga pada kondisi unit dan alat pemadam kebakaran serta perlengkapan penyelamatan yang akan digunakan saat dibutuhkan. Dengan komposisi ini, pemerintah daerah berharap respons terhadap potensi bencana dapat dilakukan lebih cepat dan lebih terarah.
Waspada puncak hujan awal tahun
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaruh perhatian besar pada puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari dan Februari 2024. Melalui kesiapsiagaan yang diperkuat sejak dini, dampak buruk yang mungkin muncul diharapkan bisa ditekan dan tidak lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Langkah antisipasi juga didukung oleh upaya Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang memfasilitasi akses peringatan dini banjir secara daring lewat aplikasi Sistem Peringatan Dini Banjir. Aplikasi itu memungkinkan masyarakat memantau tinggi muka air dan segera melakukan mitigasi bila terjadi kenaikan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












