Berita  

Ditlantas Jambi mengajak warga menggunakan rute alternatif ke Kerinci melalui jalan lain

Arus kendaraan menuju Kabupaten Kerinci di Jambi kini harus menyesuaikan rute. Setelah jembatan Tamiai roboh akibat banjir, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi meminta masyarakat tidak lagi bergantung pada jalur utama Bangko-Kerinci dan mulai memakai jalan lain yang lebih aman untuk sementara waktu.

Jalur utama terganggu, pengendara diminta cari rute lain

Imbauan itu disampaikan Direktur Ditlantas Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi Dhafi, menyusul kondisi jembatan yang rusak berat. Ia menjelaskan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi memang sudah bergerak melakukan perbaikan darurat, tetapi pekerjaan tersebut diperkirakan memakan waktu lima hingga enam hari.

Karena itu, pengendara yang biasa melintas dari arah Bangko menuju Kerinci diminta tidak memaksakan diri melewati jalur terdampak. Opsi yang disarankan adalah melalui Kabupaten Bungo lalu mengarah ke Dharmasraya. Menurut Dhafi, personel kepolisian juga akan terus mengingatkan para pengguna jalan agar mengikuti pengalihan yang telah disiapkan.

Informasi pengalihan disebar lewat lapangan dan media sosial

Untuk memastikan pesan itu sampai ke masyarakat, Ditlantas Polda Jambi tidak hanya mengandalkan imbauan lisan. Pengumuman pengalihan jalur juga disebarkan melalui media sosial resmi kepolisian. Selain itu, petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memberi arahan langsung kepada pengendara.

Titik pengawasan dan pemberitahuan itu antara lain berada di Simpang Tembesi, Batanghari, dan Kabupaten Tebo. Langkah ini diambil agar pengguna jalan tidak terlanjur masuk ke ruas yang terdampak dan justru menambah kepadatan di sekitar lokasi jembatan roboh.

Kendaraan kecil dialihkan lewat jalan pintas

Di sisi lain, Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) II, Diaz Shodiq, menyebut kendaraan kecil dari arah Kerinci menuju Kabupaten Merangin dialihkan melalui jalan pintas Desa Pasar Tamiai. Pengalihan ini dilakukan untuk menjaga pergerakan lalu lintas tetap berjalan meski akses utama terganggu.

Langkah pengaturan arus tersebut diambil untuk meredam kemacetan yang muncul setelah jembatan Tamiai tidak lagi bisa dilalui. Di tengah perbaikan darurat yang sedang berjalan, pengalihan rute menjadi cara paling cepat untuk menjaga mobilitas warga tetap berlangsung.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.