Polisi Kantongi Identitas Pemasok Sabu ke Ibra Azhari, Pengejaran Masih Berlangsung
Polres Metro Jakarta Barat mulai menelusuri jaringan di balik penangkapan artis Ibra Azhari (IA) dan seorang perempuan berinisial NN. Aparat mengaku sudah mengantongi identitas pemasok narkotika jenis sabu yang diduga terkait dengan kasus tersebut, meski nama orang yang diburu itu belum dibuka ke publik.
Identitas Pemasok Sudah Dikantongi
Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Retno Jordanus, mengatakan pihaknya tidak tinggal diam setelah menangkap IA dan NN di salah satu apartemen di kawasan Tangerang Selatan pada Rabu (3/1) sekitar pukul 20.30 WIB. Polisi kini fokus mengejar pemasok sabu yang diduga menjadi sumber barang bagi keduanya.
“Sudah kami kantongi identitasnya,” kata Retno saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat. Namun, ia menegaskan polisi masih menahan informasi lebih rinci. “Kami mohon waktu,” ujarnya.
Hasil Tes Urine Perkuat Dugaan Penggunaan Sabu
IA dan NN juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes urine di Polres Metro Jakarta Barat pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB. Hasilnya, keduanya dinyatakan positif amfetamin dan metamfetamin. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa mereka memang sempat mengonsumsi narkotika jenis sabu sebelum diamankan polisi.
Retno menyebut penangkapan dilakukan setelah polisi mendapati adanya dugaan penggunaan sabu oleh keduanya. Meski begitu, aparat belum merinci barang bukti yang disita dalam operasi tersebut.
Barang Bukti Masih Menunggu Rilis Resmi
Dalam unggahan foto penangkapan di akun Instagram resmi Polres Metro Jakarta Barat, @polres_jakbar, tampak sejumlah barang bukti berupa bong dan bungkus berisi semacam obat berwarna putih. Namun, kepolisian belum memberikan penjelasan resmi terkait detail barang bukti itu.
“Barang bukti nanti akan kami sampaikan pada saat rilis bersama dengan bapak Kapolres,” ungkap Jordan.
Kasus ini menambah panjang daftar persoalan hukum yang menimpa aktor film dan sinetron lawas tersebut. IA tercatat sudah lima kali berurusan dengan kasus narkoba, setelah sebelumnya tersangkut perkara serupa pada 2000, 2003, 2010, dan 2019.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.










