Masyarakat di Liquica, Timor Leste, merayakan berakhirnya Program Penguatan Kohesi Sosial (SSCP) yang berlangsung selama 30 bulan. Program ini bertujuan untuk mempromosikan perdamaian, inklusi, serta manajemen konflik, terutama di kalangan pemuda dan organisasi masyarakat sipil, dengan mengintegrasikan praktik berbasis budaya seperti Tara Bandu dan Nahe Biti Boot. Integrasi praktik budaya ini penting untuk pencegahan dan penyelesaian konflik, dimana sebanyak 838 orang turut berpartisipasi dalam kegiatan Tara Bandu.
SSCP didanai oleh Uni Eropa dan berhasil menjangkau lebih dari 1.795 anggota masyarakat di Liquiça dan Bazartete. Program ini didesain untuk membangun saling pengertian, memperkuat tata kelola lokal, dan meningkatkan mekanisme penyelesaian konflik. Terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan seperti sesi pendidikan perdamaian di sekolah, pembangunan kapasitas LSM pemuda, dan sesi kesadaran hukum. Langkah ini ingin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak-hak hukum, pencegahan konflik, dan mekanisme pelaporan.
Selama berlangsung, SSCP berhasil melibatkan pemuda, perempuan, serta masyarakat secara umum. Melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan, masyarakat di Liquica semakin memahami pentingnya perdamaian, penyelesaian konflik, dan kepatuhan terhadap hukum. Dengan demikian, program ini mampu memperkuat pilar pencegahan melalui pendidikan perdamaian dan pembangunan perdamaian dalam masyarakat.
Proyek ini mendapatkan dukungan positif dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pemuda, Olahraga, Seni, dan Budaya setempat serta organisasi masyarakat sipil. Dukungan ini meliputi integrasi praktik berbasis budaya dalam kegiatan sehari-hari untuk membangun kesadaran akan perdamaian dan penyelesaian konflik. Semangat dan kontribusi dari semua pihak diharapkan terus berlanjut, membawa dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam mempromosikan partisipasi perempuan dalam pembangunan perdamaian.












