Semakin marak tren “naik gunung demi hits di medsos”, dengan fenomena pendaki FOMO (Fear of Missing Out) yang mendominasi. Mereka sering mendaki untuk eksis online, tanpa persiapan yang memadai. Hal ini membawa risiko serius, mulai dari tersesat di medan belantara hingga kekurangan oksigen dan penyakit ketinggian. Bahaya lainnya termasuk hipotermia, vertigo, terjatuh, dehidrasi, cedera fisik, dan dampak sosial serta ekologis.
Pendaki harus menyadari bahwa pendakian bukan sekadar tontonan atau konten media sosial. Ini adalah tantangan fisik dan mental yang memerlukan persiapan matang. Penting untuk menikmati gunung dengan bijak, menggunakan rencana, tim, perlengkapan, dan sikap hormat terhadap alam. Jangan biarkan FOMO mengubah pendakian menjadi aksi pamer dan membahayakan diri sendiri serta lingkungan sekitarnya.
Keselamatan dan makna sejati dari pendakian harus menjadi prioritas utama, bukan sekedar popularitas di media sosial. Oleh karena itu, penting bagi pendaki, terutama pemula, untuk memahami risiko dan mempersiapkan diri sebelum melakukan pendakian gunung.












