Board Game Untuk Anak: Meningkatkan Kecerdasan dan Keterampilan Mereka

Board Game Dinilai Lebih Bermanfaat untuk Tumbuh Kembang Anak

Di tengah maraknya permainan digital, board game kembali mendapat sorotan sebagai pilihan yang dianggap lebih sehat untuk anak. Dokter sekaligus pendiri platform edukasi anak Tentang Anak, Mesty Ariotedjo, menilai permainan konservatif seperti board game dan flash card punya peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada usia dini.

Board Game Bukan Sekadar Hiburan

Menurut Mesty, permainan papan tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga membantu anak melatih fokus, konsentrasi, dan kemampuan berpikir sejak awal. Ia menekankan bahwa aspek pemusatan perhatian sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak. Jika kemampuan ini terganggu, proses belajar anak juga bisa ikut terdampak.

Dalam penjelasannya, Mesty menyebut ada temuan yang menunjukkan tiga dari 10 anak di Indonesia memperlihatkan gejala gangguan pemusatan perhatian. Kondisi seperti ini, kata dia, perlu diwaspadai sejak dini agar tidak mengganggu perkembangan anak di kemudian hari.

Jelajahi Laut Dalam Hadir dengan Enam Permainan

Salah satu contoh permainan yang disebut Mesty adalah board game Jelajahi Laut Dalam, yang diluncurkan dengan enam jenis permainan dan dirancang oleh para ahli. Kehadiran permainan seperti ini dinilai memberi alternatif yang lebih terarah dibandingkan paparan gadget yang berlebihan.

Selain membantu anak lebih fokus, board game juga disebut bisa mendukung kemampuan matematika dan membantu mengurangi gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Mesty menjelaskan, gejala ADHD dapat terlihat dari rendahnya konsentrasi anak saat menyelesaikan suatu aktivitas.

Gadget Perlu Dibatasi

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya pembatasan penggunaan gadget pada anak. Untuk usia di bawah dua tahun, penggunaan gawai sebaiknya dibatasi. Sementara untuk anak usia 2-5 tahun, durasinya disarankan tidak lebih dari satu jam per hari.

Penggunaan gadget yang berlebihan, menurut Mesty, dapat memicu tantrum dan meningkatkan risiko speech delay. Karena itu, permainan konservatif seperti board game dinilai bisa menjadi pilihan yang lebih aman dan bermanfaat untuk mendampingi masa tumbuh kembang anak tanpa terlalu bergantung pada layar.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.