Presiden Prabowo Subianto membawa pesan yang cukup tegas ke KTT BRICS di Rio de Janeiro, Brasil: semangat Bandung masih relevan, dan Indonesia tetap berdiri di jalur perdamaian serta hukum internasional. Di forum yang mempertemukan para pemimpin negara berkembang itu, Prabowo menegaskan bahwa dunia tidak boleh terus dikuasai praktik perang dan standar ganda dalam hubungan internasional.
Bandung Spirit kembali ditegaskan di forum BRICS
Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam konteks yang lebih luas, yakni dorongan agar kerja sama multilateral benar-benar dipakai untuk menjaga stabilitas global. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Presiden menekankan bahwa Indonesia konsisten mendukung perdamaian dunia dengan menjunjung tinggi hukum internasional. Dalam pandangan Prabowo, prinsip itu bukan sekadar slogan, melainkan fondasi penting agar negara-negara berkembang punya ruang yang adil dalam percaturan global.
Isu Palestina ikut masuk dalam penekanan Indonesia
Airlangga juga menjelaskan bahwa Prabowo menyoroti pentingnya “Bandung Spirit” di dalam forum BRICS, terutama saat berbicara mengenai persoalan Palestina. Bagi Indonesia, semangat yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung itu masih sangat relevan untuk mendorong solidaritas dan sikap adil terhadap konflik berkepanjangan. Dalam forum tersebut, Indonesia kembali menegaskan posisinya: menolak perang, menolak ketimpangan perlakuan, dan mendorong penyelesaian yang berlandaskan hukum internasional.
Brasil sambut hangat kehadiran Indonesia
Referensi terhadap Bandung disebut mendapat sambutan positif dari Brasil sebagai tuan rumah KTT. Bahkan, menurut Airlangga, Brasil telah memasukkan prinsip-prinsip Bandung dalam pernyataan pembuka mereka sebelum Prabowo menyampaikan pidatonya. Kehadiran Indonesia sebagai anggota penuh BRICS juga disambut hangat, sementara harapan agar forum itu dapat menghidupkan kembali warisan Bandung bagi kepentingan negara-negara berkembang ikut mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


