Musim hujan yang meningkat belakangan ini dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular seperti leptospirosis. Dinkes Kota Yogyakarta mencatat adanya peningkatan jumlah kasus leptospirosis hingga 8 Juli 2025, dengan enam kasus yang berakhir dengan kematian. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Gejala awal leptospirosis sering kali tidak disadari karena mirip dengan flu atau demam berdarah, tetapi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Oleh karena itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting sebagai langkah pencegahan utama leptospirosis. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat antara lain menggunakan alat pelindung diri, menghindari berendam di air terbuka, mengkonsumsi air bersih, menjaga kebersihan tangan dan lingkungan, serta vaksinasi hewan peliharaan dan ternak. Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap gejala yang muncul dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mencurigai terkena leptospirosis. Dengan langkah pencegahan yang tepat, diharapkan penyebaran leptospirosis dapat ditekan dan risiko fatal akibat penyakit ini dapat diminimalkan.
Cara Mencegah Penyebaran Leptospirosis Saat Musim Hujan
Read Also
Recommendation for You

Kebakaran Mesin Pemotong di Pabrik Sendok Cengkareng, Jakarta Barat Pada hari Selasa sore, mesin pemotong…

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, telah mengajak masyarakat untuk aktif dalam memilah sampah sejak…

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) dan Wartawan Jakarta Selatan (WJS) telah meningkatkan sinergitas…

Di Jakarta, seorang wanita dengan inisial HRI (55) ditemukan meninggal karena diduga tertimpa tembok kamar…
Sebanyak 50 pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Raya Bogor, wilayah Kecamatan Ciracas dan…






