Risiko Kesehatan Duduk Lama di Toilet

Duduk terlalu lama di toilet ternyata dapat membahayakan kesehatan tubuh. Sebuah artikel ilmiah berjudul Beware of The Toilet: The Risk for A Deep Tissue Injury Durineg Toilet Sitting mengungkapkan bahwa kebiasaan ini dapat menyebabkan luka serius yang dikenal sebagai luka tekan (pressure injury). Penelitian menunjukkan bahwa tekanan berlebih dari berat badan kita saat duduk di toilet dapat merusak jaringan kulit dan otot tubuh. Terutama, kondisi ini dapat berdampak negatif pada lansia di fasilitas perawatan yang dibiarkan duduk terlalu lama di toilet.

Seperti yang dilaporkan oleh Verywell Health, duduk terlalu lama di toilet dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Meskipun tidak ada batasan waktu pasti, disarankan untuk membatasi waktu di toilet tidak lebih dari 10 menit. Risiko utama akibat kebiasaan ini termasuk munculnya wasir (hemoroid), pelemahan otot panggul, dan prolaps rektum.

Wasir, atau pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus, dapat disebabkan oleh tekanan berlebih di sekitar anus akibat duduk terlalu lama di toilet. Gejala wasir meliputi rasa gatal di anus, pendarahan, dan benjolan lunak. Pelemahan otot panggul dapat terjadi karena kebiasaan duduk terlalu lama disertai mengejan saat buang air besar, yang dapat menyebabkan sembelit dan inkontinensia alvi.

Prolaps rektum, yaitu kondisi ketika sebagian rektum keluar dari anus, juga bisa disebabkan oleh kebiasaan duduk terlalu lama di toilet dan mengejan. Untuk mencegah risiko ini, disarankan untuk tidak duduk terlalu lama di toilet, mengonsumsi makanan tinggi serat, dan menjaga asupan cairan yang cukup. Selain itu, disarankan untuk menghindari distraksi seperti membawa ponsel ke dalam kamar mandi dan mengatur waktu di toilet agar tidak melebihi batas yang disarankan. Dengan langkah-langkah pencegahan ini, dampak negatif dari duduk terlalu lama di toilet dapat diminimalkan dan kesehatan tubuh tetap terjaga.

Source link