Nasi putih merupakan makanan sehari-hari yang umum dikonsumsi di Indonesia. Meskipun kebanyakan orang lebih suka makan nasi yang baru matang dan hangat, ada juga yang memilih nasi dingin karena alasan tertentu. Ternyata, nasi panas dan nasi dingin memiliki perbedaan signifikan, terutama dalam hal kesehatan pencernaan.
Menurut Healthline, nasi dingin mengandung manfaat kesehatan yang mulai dikenal oleh para ahli karena kandungan pati resisten yang meningkat ketika nasi didinginkan. Pati resisten adalah serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh tetapi dapat difermentasi oleh bakteri usus, sehingga berperan sebagai prebiotik yang baik bagi bakteri usus. Jenis pati ini disebut pati retrogradasi dan biasanya ditemukan pada makanan yang dimasak kemudian didinginkan, seperti nasi. Lebih lanjut, nasi yang dipanaskan ulang mengandung kandungan pati resisten yang tertinggi.
Fermentasi pati resisten ini menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA) yang memengaruhi hormon peptide mirip glucagon dan peptida YY. Hormon-hormon ini berperan dalam mengatur nafsu makan dan dikenal sebagai hormon antidiabetes dan antiobesitas karena dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi lemak perut.
Sebuah penelitian yang melibatkan 15 orang dewasa sehat menunjukkan bahwa mengonsumsi nasi putih yang didinginkan selama 24 jam pada suhu empat derajat Celsius kemudian dipanaskan kembali dapat signifikan menurunkan kadar gula darah setelah makan dibandingkan dengan nasi yang tidak didinginkan. Meskipun mengonsumsi nasi dingin atau yang dipanaskan kembali dapat meningkatkan asupan pati resisten yang bermanfaat untuk mengontrol gula darah dan kadar kolesterol, penting untuk diingat bahwa nasi dingin juga dapat membawa risiko keracunan makanan akibat bakteri Bacillus cereus.
Oleh karena itu, cara penyimpanan nasi dingin perlu dilakukan dengan hati-hati. Nasi matang yang ingin didinginkan sebaiknya diletakkan dalam wadah dangkal dan ditempatkan di dalam air es agar cepat dingin. Selanjutnya, nasi harus disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es, serta pastikan nasi tidak disimpan pada suhu ruang lebih dari dua jam.
Mengingat Bacillus cereus dapat berkembang cepat pada suhu 4-60 derajat Celsius, yang disebut sebagai zona bahaya, cara penyimpanan nasi dingin yang benar sangat penting. Nasi yang tidak disimpan dengan benar dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan menghasilkan racun berbahaya. Selain itu, pastikan untuk tidak menyimpan nasi dingin selama lebih dari 3-4 hari di dalam lemari es, serta pastikan nasi dipanaskan minimal hingga suhu 74 derajat Celsius agar membunuh bakteri.
Dengan menyimpan dan menangani nasi dengan benar, risiko keracunan makanan dapat diminimalkan. Nasi dingin dapat dikonsumsi dengan aman bila ditangani dengan benar, dan tidak hanya memiliki manfaat kesehatan bagi pencernaan dan gula darah tetapi juga membantu mengatur kadar kolesterol.












