Prabowo’s Advice to New Military and Police Officers: Lead by Example

Prabowo Ingatkan Perwira Baru TNI dan Polri untuk Jadi Teladan dan Siap Berkorban

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa para perwira baru TNI dan Polri tidak boleh memandang jabatan sebagai sekadar pencapaian seremonial. Dalam acara Pengambilan Sumpah dan Penyumpahan Tahun 2025 untuk Para Perwira TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, ia meminta mereka menjadikan sumpah yang diucapkan sebagai pedoman hidup, bukan hanya rangkaian kata formal di hadapan negara.

Tanggung Jawab yang Melekat pada Seragam

Di hadapan para perwira yang baru dilantik, Prabowo mengingatkan bahwa tugas mereka bukan ringan. Mereka memikul tanggung jawab menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi keamanan rakyat. Karena itu, sikap, perilaku, dan keputusan mereka diharapkan mencerminkan disiplin, integritas, dan kesediaan untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

Prabowo juga menyinggung panjangnya jalan Indonesia menuju kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan tidak datang dengan mudah, melainkan melalui perjuangan yang berat dan pengorbanan besar. Pesan ini disampaikan agar para perwira memahami bahwa pengabdian mereka berdiri di atas sejarah panjang perjuangan bangsa.

Sumpah Harus Dihayati, Bukan Sekadar Diucapkan

Dalam arahannya, Prabowo menekankan pentingnya menghayati sumpah yang telah diucapkan. Ia menilai komitmen itu harus tercermin dalam tindakan nyata, termasuk kesiapan untuk berkorban demi kebaikan bangsa dan negara. Dengan cara itu, perwira baru tidak hanya hadir sebagai pemegang pangkat, tetapi juga sebagai contoh yang bisa dipercaya oleh masyarakat.

Persatuan Jadi Kunci Menghadapi Ancaman

Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia akan terus menghadapi tantangan dan ancaman. Untuk menjawab situasi itu, ia menekankan pentingnya kekuatan dan persatuan agar bangsa tidak mudah terpecah belah. Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa perwira TNI dan Polri harus berdiri di garis depan, bukan hanya dalam menjalankan tugas keamanan, tetapi juga dalam menjaga soliditas nasional.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.