Memasak merupakan aktivitas sehari-hari di hampir setiap rumah. Namun, terlalu lama memasak tanpa ventilasi yang baik dapat menyebabkan polusi udara di dalam ruangan. Polusi yang dihasilkan dari kegiatan memasak seperti asap, uap, dan partikel halus dapat membahayakan kesehatan anggota keluarga. Berbagai zat berbahaya seperti partikulat halus, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga penyakit serius seperti kanker.
Studi menunjukkan bahwa penggunaan kompor gas saat memasak dapat menciptakan polusi udara yang lebih tinggi daripada polusi jalanan di kota besar. Penggunaan air fryer diklaim sebagai metode memasak paling ramah lingkungan untuk kualitas udara dalam ruangan. WHO juga mengingatkan bahwa polusi udara dari aktivitas memasak di rumah berkontribusi pada lebih dari 3 juta kematian dini setiap tahun, terutama di negara-negara berkembang.
Orang yang paling rentan terhadap polusi udara di dalam rumah adalah bayi, balita, ibu hamil, dan lansia. Untuk mengurangi risiko, disarankan untuk membatasi durasi memasak, memastikan ventilasi dapur baik, menggunakan alat masak modern yang minim emisi, menghindari penggunaan pengharum ruangan berlebihan, dan mempertimbangkan pemasangan pembersih udara. Kuncinya adalah memasak dengan bijak, agar kualitas udara di rumah tetap terjaga dan kesehatan keluarga lebih terlindungi.












