Saraf kejepit sering dianggap hanya terjadi akibat cedera atau aktivitas fisik yang berat. Padahal kondisi ini bisa muncul secara perlahan karena kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele. Hal yang lebih mengejutkan, sejumlah kebiasaan itu kerap dilakukan tanpa disadari setiap hari. Jika terus berlanjut, tekanan berulang pada saraf dapat memicu peradangan dan memperburuk kondisi tulang belakang ataupun sendi. Mengenali dan menghindari kebiasaan pemicu saraf kejepit menjadi langkah penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Berdasarkan saran dari NickWise dan EMC Healthcare, kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan saraf kejepit antara lain adalah postur tubuh yang buruk, menunduk terlalu lama saat menggunakan gawai, posisi tidur yang salah, membawa tas berat di satu bahu, gerakan mendadak, berat badan berlebihan, serta kurang istirahat.
Kebiasaan membungkuk saat bekerja, mengemudi, atau berdiri sering dilakukan tanpa disadari. Kebiasaan ini dapat memberi tekanan berlebihan pada tulang leher. Untuk menghindarinya, disarankan untuk selalu menjaga kepala sejajar dengan bahu, menggunakan kursi ergonomis, berdiri tegak dengan bahu rileks ke belakang, dan pertimbangkan penggunaan alat koreksi postur bila diperlukan. Selain itu, menunduk terlalu lama saat menggunakan gawai juga dapat memicu saraf kejepit. Disarankan untuk pegang ponsel sejajar dengan mata, atur posisi layar komputer setinggi mata, dan ambil jeda setiap 30 menit untuk merenggangkan otot leher. Kebiasaan tidur tengkurap atau dengan bantal yang tak menopang leher dengan baik juga bisa menyebabkan tekanan pada saraf leher. Disarankan untuk tidur telentang atau menyamping dengan bantal ortopedi yang mampu menopang leher secara netral.
Menggendong tas di satu bahu juga dapat membuat risiko saraf kejepit meningkat. Disarankan untuk menggunakan ransel dengan dua tali agar beban terbagi seimbang, atau berganti bahu secara berkala jika harus menggunakan tas bertali satu. Gerakan mendadak seperti memutar tubuh dengan cepat juga dapat memicu cedera. Disarankan untuk melakukan setiap pergerakan secara perlahan dan terkendali. Berat badan berlebihan juga dapat memperburuk postur tubuh dan meningkatkan risiko saraf kejepit. Terakhir, kurangnya waktu istirahat juga berpotensi memicu saraf kejepit. Setelah beraktivitas seharian, tubuh memerlukan waktu untuk memulihkan diri. Mengabaikan kebutuhan istirahat membuat risiko cedera meningkat. Demi mencegah saraf kejepit, penting untuk mengidentifikasi dan menghindari kebiasaan-kebiasaan ini sehari-hari.












