Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, mengajak para anak muda untuk lebih memahami keberagaman rempah-rempah Indonesia. Menurutnya, penting untuk memperbarui generasi pelaku kuliner guna meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Hal ini disampaikannya dalam pernyataan kepada media pada 7 Agustus 2025.
Sebagai langkah awal, brand bumbu Koepoe-Koepoe telah melibatkan generasi muda dalam melestarikan rempah-rempah lokal melalui kompetisi memasak yang diperuntukkan bagi siswa SMK bidang tata boga yang berjudul ‘Koki Muda Koepoe-Koepoe’. Acara ini secara resmi dimulai pada 5 Agustus 2025 di Jakarta, yang melibatkan 1.350 siswa dari 45 SMK di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Total hadiah senilai Rp 200 juta diperebutkan dalam kompetisi ini, memberikan ruang kreatif bagi para pelajar untuk berkreasi dengan kekayaan rempah tradisional.
Irene menekankan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap sektor kuliner, yang merupakan salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang diutamakan. Kerjasama positif antara sektor usaha, dunia pendidikan, dan pelaku kreatif tercermin dalam program seperti ini, yang mendukung pengembangan industri kuliner Indonesia.
Tidak hanya itu, kegiatan ini didukung oleh dua sosok terkemuka dalam dunia kuliner Indonesia, yaitu Chef Rafael Triloko Basanto, Presiden Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia, dan Chef Ronald Noverson Tokilov atau yang dikenal dengan Chef Ron dari Balicooks yang turut menjadi juri. Mereka menggarisbawahi bahwa program ini menggabungkan unsur tradisi dan inovasi, sehingga memberikan investasi dalam peningkatan generasi chef yang siap bersaing di pasar global tanpa mengabaikan akar budaya.
Chef Ron menambahkan bahwa kompetisi ini bukan semata-mata ajang pertandingan resep, melainkan juga media pembelajaran nyata. Para peserta diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi rempah tanpa batasan tema. Selain itu, demo masak dan berbagi tips dalam mengolah bumbu bubuk agar tetap bercita rasa khas bumbu tradisional juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
CEO PT Anggana Catur Prima, Harry Widjaja, menyatakan bahwa kompetisi ini bukan hanya sekadar perlombaan, namun juga merupakan sarana edukatif yang mendorong siswa untuk memahami, mengolah, dan mencintai rempah-rempah Nusantara. Tujuan utamanya adalah agar siswa dapat kreatif dan inovatif dalam menggunakan rempah, sambil tetap mempertahankan cita rasa masakan Indonesia.
Menurut Harry, timnya berkomitmen untuk memberikan inspirasi kepada para calon chef muda agar lebih memahami rempah-rempah Indonesia, mengasah keterampilan, serta menumbuhkan cinta terhadap budaya bangsa melalui kekayaan kuliner Indonesia. Program ‘Koki Muda Koepoe-Koepoe’ merupakan salah satu bukti nyata dari komitmen mereka dalam menjaga keaslian cita rasa kuliner Indonesia, serta menjadi penghubung edukatif antara dunia pendidikan dan industri kuliner.












