Glioma: Tumor Otak yang Merenggut Nyawa Kelley Mack di Usia 33 Tahun
Kabar meninggalnya aktris Amerika Serikat, Kelley Mack, pada usia 33 tahun, kembali menyorot satu penyakit yang kerap datang diam-diam namun berdampak besar: glioma. Tumor ini tumbuh dari sel glia, bagian penting dalam sistem saraf pusat yang berfungsi menopang kerja sel saraf. Saat pertumbuhannya tak terkendali, glioma bisa muncul di otak maupun sumsum tulang belakang dan dalam banyak kasus mengganggu fungsi tubuh secara serius.
Glioma Bisa Jinak, Bisa Pula Ganas
Glioma bukan satu jenis penyakit yang seragam. Derajatnya menentukan seberapa agresif tumor tersebut berkembang. Pada kondisi jinak, pertumbuhannya cenderung lebih lambat. Namun, glioma ganas dapat bergerak cepat dan menekan jaringan otak di sekitarnya, sehingga memengaruhi kemampuan berpikir, bergerak, hingga mengatur fungsi-fungsi penting tubuh. Karena berada di area vital, tumor ini sering menjadi tantangan besar dalam penanganan medis.
Gejala yang Sering Diabaikan
Gejala glioma sangat bergantung pada lokasi, ukuran, jenis, dan laju pertumbuhannya. Keluhan yang umum dialami antara lain sakit kepala, mual, kebingungan, gangguan memori, perubahan kepribadian, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, dan kejang. Karena tanda-tandanya bisa menyerupai masalah kesehatan lain, kondisi ini kerap tidak langsung dikenali sejak awal.
Faktor Risiko dan Penanganan
Salah satu pemicu glioma adalah perubahan DNA yang memicu pertumbuhan sel abnormal di otak atau sumsum tulang belakang. Mutasi ini bisa diwariskan, tetapi juga dapat muncul spontan sepanjang hidup seseorang. Selain itu, paparan zat beracun seperti radiasi dan bahan kimia tertentu disebut dapat meningkatkan risiko. Untuk penanganannya, dokter biasanya mempertimbangkan operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi, tergantung pada kondisi pasien serta tingkat keganasan tumor.
Kasus glioma menunjukkan betapa pentingnya mengenali gejala sejak dini, terutama ketika keluhan seperti sakit kepala berulang, gangguan penglihatan, atau kejang muncul tanpa sebab yang jelas. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mengendalikan dampaknya terhadap kualitas hidup pasien.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












