Metode Japanese Walking atau Interval Walking Training (IWT) telah menjadi tren global setelah dipopulerkan oleh Eugene Teo, seorang kreator konten asal Australia. Eugene Teo sukses menyederhanakan latihan berbasis sains ini untuk membantu orang-orang yang merasa tertekan dengan target 10 ribu langkah sehari. Tujuan utamanya adalah membuat saran kebugaran lebih mudah diakses bagi jutaan orang di seluruh dunia.
Inti dari Japanese Walking adalah protokol latihan interval yang sederhana namun terstruktur. Metode ini terdiri dari berjalan cepat selama tiga menit dengan intensitas 70 persen dari kapasitas maksimal, kemudian diikuti dengan berjalan lambat selama tiga menit dengan intensitas 40 persen kapasitas. Siklus ini diulang sebanyak lima kali hingga total durasi latihan mencapai 30 menit. Dilansir dari Healthline, melakukan metode ini lima kali dalam seminggu sangat dianjurkan.
Studi awal yang melibatkan lebih dari 200 orang dewasa dengan usia rata-rata 63 tahun membuktikan manfaat Japanese Walking dalam meningkatkan berbagai aspek kesehatan seperti tekanan darah, kadar gula darah, indeks massa tubuh, kapasitas aerobik, dan kekuatan otot. Tingkat konsistensi peserta dalam melakukan latihan juga menjadi salah satu keunggulan besar dari metode ini. Menurut Healthline, 95 persen peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian protokol latihan, menunjukkan bahwa Japanese Walking efektif dan realistis untuk dijadikan rutinitas jangka panjang.
Selain itu, tinjauan studi yang dilakukan oleh Kristian Karstoft menyimpulkan bahwa manfaat kesehatan dari Japanese Walking telah terbukti secara ilmiah, baik untuk individu paruh baya dan lansia yang sehat maupun penderita penyakit metabolik. Dibandingkan dengan latihan jalan kaki terus-menerus dengan durasi dan pengeluaran energi yang sama, Japanese Walking lebih unggul dalam meningkatkan kebugaran fisik, komposisi tubuh, dan kontrol glikemik pada penderita diabetes tipe 2.












