Ajak Anak Paham Keberlanjutan di Green Innovation Camp 2025

Pada suatu kesempatan, Pribadi Setiyanto, selaku Ketua Dewan Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, menggarisbawahi kepentingan pentingnya pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh Tempo pada 11 Agustus 2025, ia menjelaskan bahwa Green Innovation Camp bertujuan untuk melengkapi generasi muda dengan keterampilan berpikir kritis, inovatif, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Pribadi juga menyoroti bahwa pendidikan yang substansial tidak hanya mencakup teori semata, tetapi juga mengaitkan pengetahuan dengan praktik di kehidupan nyata. Melalui program Green Innovation Camp 2025, siswa, guru, dan pihak industri bekerja sama untuk merumuskan solusi nyata terhadap masalah lingkungan di sekitar mereka.

Prestasi Junior Indonesia (PJI) bekerjasama dengan ExxonMobil Indonesia untuk menyelenggarakan Green Innovation Camp 2025, yang menampilkan sepuluh proyek terbaik dari siswa tingkat menengah atas di Provinsi Banten. Kompetisi ini menekankan pada rancangan solusi STEM untuk tantangan lingkungan, sebagai puncak dari rangkaian program pendidikan lima bulan yang melibatkan 444 siswa dari 61 sekolah. Peserta diajak melalui serangkaian lokakarya, sesi konsultasi dengan mentor profesional, hingga pengembangan prototipe solusi.

Menurut laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum, pemahaman tentang keberlanjutan dan masalah lingkungan menjadi salah satu keterampilan penting dalam dunia kerja. Diharapkan akan muncul 170 juta pekerjaan baru hingga tahun 2030, dengan pergeseran yang signifikan akibat otomatisasi dan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, para pemimpin masa depan harus mampu menguasai teknologi, peduli terhadap lingkungan, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Green Innovation Camp 2025 disambut dengan positif oleh Fiksi Sastrakencana, Consumer Manager PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI), sebagai bentuk dukungan terhadap program pendidikan di wilayah operasi mereka di Provinsi Banten. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan inovatif pelajar di bidang STEM, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. Lukman, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, juga mengapresiasi program ini sebagai langkah yang relevan dengan arah transformasi pendidikan di Indonesia.

Pada acara Green Innovation Camp 2025, beberapa inovasi siswa berhasil mencuri perhatian juri. Diantaranya adalah Tim Ecotex dari SMAN 1 Tangerang yang menciptakan furnitur premium dari limbah tekstil, Techcava dari MAN Insan Cendekia Serpong yang menghasilkan alat pirolisis listrik untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar diesel, dan Tim Micro Alga dari SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang yang menciptakan sistem penyaring udara berbasis mikroalga. Enam tim terbaik dari kompetisi ini diberikan penghargaan dengan total hadiah Rp 30 juta dari ExxonMobil sebagai apresiasi atas semangat inovasi dan dedikasi mereka.

Source link