Prabowo: TNI Is the People’s Child, Ready to Die for the Nation

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kembali posisi TNI sebagai kekuatan yang lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Dalam acara Pemeriksaan Pasukan Operasional dan Upacara Penghormatan Militer di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus Batujajar, Jawa Barat, Prabowo menekankan bahwa prajurit harus siap menghadapi risiko terbesar, termasuk mengorbankan nyawa demi mempertahankan bangsa.

TNI Diminta Tetap Berpihak pada Rakyat

Prabowo menyebut TNI bukan sekadar institusi pertahanan, melainkan “anak dari rakyat” yang wajib menjaga kepentingan publik di atas segalanya. Menurut dia, kekuatan militer Indonesia harus selalu ditempatkan sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan, sekaligus menjadi pelindung warga dalam situasi apa pun.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memberi pesan langsung kepada para komandan yang baru diangkat. Ia meminta mereka memimpin dengan integritas, disiplin, dan rasa tanggung jawab tinggi. Para pemimpin satuan, kata dia, harus memperlakukan prajurit seperti anak sendiri agar kepemimpinan di tubuh TNI tetap kuat secara moral maupun profesional.

Penghargaan dan Peresmian Satuan Baru

Selain menyampaikan arahan, Prabowo juga memberikan penghargaan kepada sejumlah individu yang dinilai memiliki dedikasi dan integritas tinggi. Di hadapan para personel, ia meresmikan sejumlah unit baru TNI, mulai dari Komando Daerah Militer, Komando Armada, hingga Batalyon Infanteri Laut.

Langkah ini menegaskan dorongan pemerintah untuk memperkuat struktur pertahanan nasional melalui penguatan organisasi dan kesiapan pasukan di lapangan.

27.384 Personel Dikerahkan

Dalam pemeriksaan pasukan tersebut, tercatat 27.384 personel TNI terlibat. Mereka didukung oleh 152 kendaraan taktis dengan 388 awak serta 124 unit peralatan pertahanan dari unsur Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Komposisi ini memperlihatkan skala kesiapan operasional TNI dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan.

Prabowo menutup arahannya dengan penekanan bahwa kekuatan TNI harus terus diarahkan untuk menjaga keamanan nasional dan memastikan pertahanan Indonesia tetap berdiri di atas sistem pertahanan rakyat semesta.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.