Pentingnya Peran Perempuan dalam Pencegahan Dengue

Perempuan memiliki peran penting dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di tingkat keluarga dan komunitas. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Sukamto menegaskan bahwa perempuan sering menjadi penggerak aksi di lingkup keluarga dan komunitas. Mereka juga memiliki peran signifikan dalam menjaga ketahanan keluarga dan membuat keputusan penting di rumah tangga. Saat ini, meningkatnya risiko penyakit menular seperti dengue menjadi tantangan besar, yang dapat menyerang siapa pun tanpa memandang usia, gaya hidup, atau tempat tinggal. Pencegahan dengue harus dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan 3M Plus, pelindung diri, dan metode inovatif seperti vaksinasi sesuai rekomendasi asosiasi medis.

Menyadari pentingnya peran perempuan dalam pencegahan penyakit menular seperti dengue, acara yang diselenggarakan oleh PT Takeda Innovative Medicines bersama Yayasan Pengembangan Medik Indonesia (YAPMEDI) dan FKUI menjadi bagian dari rangkaian 13th Annual Women’s Health Expo & Bazaar 2025. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hingga minggu ke-25 tahun ini, terdapat 79.843 kasus dengue dengan 359 kematian, menggambarkan peningkatan kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Dokter Sukamto menegaskan bahwa orang dewasa dengan penyakit penyerta berisiko lebih tinggi terkena DBD berat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang memberdayakan perempuan dalam melindungi keluarga menjadi sangat penting. Dokter Spesialis Anak Konsultan Bernie Endyarni Medise juga mengingatkan bahwa anak-anak, terutama usia 5-14 tahun, merupakan kelompok paling rentan terkena DBD. Gejala dengue meliputi demam tinggi, nyeri kepala, mual, muntah, nyeri otot dan sendi, serta ruam kulit.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menekankan pentingnya mendukung upaya pencegahan dengue dengan memberikan edukasi kepada perempuan sebagai penjaga kesehatan keluarga. Dia percaya bahwa membangun keluarga yang sehat dimulai dari pemberdayaan perempuan, karena perempuan adalah penggerak utama dalam perlindungan dan perawatan di rumah tangga. Dengan peran aktif perempuan dalam pencegahan demam berdarah dengue, diharapkan angka kasus dan kematian akibat penyakit ini dapat diminimalisir.

Source link