Teknik BESS: Solusi untuk Kasus Saraf Kejepit

Teknik Biportal Endoscopic Spine Surgery atau BESS menjadi solusi terbaru untuk penanganan kasus saraf kejepit, yang semakin umum terjadi di masyarakat. Dokter Spesialis Bedah Saraf, Wawan Mulyawan, sebagai tokoh pelopor BESS di Indonesia, menjelaskan bahwa teknik ini memberikan keunggulan dalam penanganan masalah tulang belakang. BESS adalah metode pembedahan minimal invasif yang hanya memerlukan trauma jaringan sekitar 0,5 sentimeter di dua titik sayatan, mengurangi rasa nyeri dan mempercepat pemulihan pasien. Wawan Mulyawan didampingi oleh Dokter Daejung Choi dan Dokter Sung Won Cho, pakar endoskopi BESS dari Korea, dalam memperkenalkan teknik ini di Indonesia.

Teknik BESS dirancang untuk meminimalkan kerusakan jaringan otot dan ligamen di sekitar tulang belakang, membuat pasien pulih dengan lebih cepat. Meskipun teknik ini masih cukup baru di Indonesia, dengan hanya sekitar 50 dokter yang terampil dalam menggunaan teknik ini, keberhasilannya telah terbukti dengan lebih dari 5.000 pasien yang mendapatkan pelayanan BESS sejak tahun 2021. Dokter Dimas Rahman dari Sigma Brain & Spine Center di RS Jakarta menambahkan bahwa BESS juga efektif dalam mengatasi penyempitan kanal tulang belakang, kista, dan tumor kecil di area tersebut, memungkinkan pasien untuk pulih lebih cepat dan kembali beraktivitas normal.

Untuk membantu lebih banyak dokter mempelajari teknik BESS, RS Jakarta menyelenggarakan pelatihan eksklusif berjudul “1st Biportal Endoscopic Spine Course in Indonesia.” Pelatihan ini menawarkan kesempatan bagi dokter spesialis bedah saraf untuk belajar langsung dari pakar bedah yang berpengalaman dalam BESS. Workshop ini mencakup pembahasan mengenai teknik BESS, demonstrasi tindakan langsung, dan diseksi kadaver sebagai praktik. Diharapkan bahwa pelatihan ini dapat menjadi wadah berbagi ilmu dan menumbuhkan pemahaman yang lebih luas tentang teknik BESS di Indonesia.

Source link