Amerika Serikat telah menarik produk udang beku yang berasal dari Indonesia karena diduga terkontaminasi zat radioaktif. Food and Drug Administration (FDA) tengah menyelidiki laporan mengenai kontaminasi Cesium-137 dalam produk udang beku yang diproses oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) dari Indonesia. Akibatnya, FDA melarang masyarakat Amerika untuk mengonsumsi produk udang tersebut karena dapat menimbulkan masalah kesehatan. World Health Organization (WHO) juga telah menegaskan bahwa makanan yang tercemar radioaktif dapat memiliki dampak serius bagi kesehatan.
Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi radionuklida seperti Cesium-137 dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Selain itu, paparan zat radioaktif juga dapat memicu kanker tiroid, terutama pada anak-anak. Adanya isotop cesium radioaktif dengan waktu paruh hingga 30 tahun juga meningkatkan risiko kanker tertentu. Anak-anak lebih rentan terhadap radiasi dibandingkan orang dewasa, sehingga penularan radioaktif melalui ASI juga menjadi perhatian utama terutama untuk risiko kanker tiroid pada bayi.
Centres for Disease Control and Prevention (CDC) telah memberikan pedoman untuk makan dan minum dengan aman di area yang terkontaminasi radiasi. Beberapa pedoman yang diberikan oleh CDC antara lain memilih makanan yang masih tersegel rapat, membersihkan peralatan makan dengan handuk bersih sebelum digunakan, dan menunda mengonsumsi hasil kebun sampai pihak berwenang memastikan keamanan pangan tersebut. Tindakan preventif seperti ini penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak zat radioaktif yang merusak.












