Kasus parasit pemakan daging atau screwworm menjadi perbincangan setelah dikonfirmasi di Amerika Serikat. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan melaporkan bahwa seorang pasien terinfeksi miasis cacing ulir dunia baru setelah kembali dari El Salvador ke AS. Miasis NWS disebabkan oleh larva lalat parasit yang menetas setelah diletakkan oleh lalat betina di luka hewan berdarah panas. Larva tersebut kemudian memakan jaringan hidup inangnya selama sekitar satu minggu sebelum jatuh ke tanah dan berkembang menjadi lalat dewasa.
Infeksi screwworm dapat menyebabkan kerusakan serius pada ternak maupun satwa liar, bahkan mampu menginfeksi manusia. Gejalanya meliputi luka yang membesar dengan cepat, berbau tidak sedap, penurunan berat badan, dan perilaku abnormal. Diagnosa dilakukan dengan melihat larva pada luka yang memiliki ciri khas tabung trakea gelap dan cincin duri pada segmennya.
Walaupun jarang, manusia yang melakukan perjalanan ke wilayah wabah atau yang berinteraksi dengan hewan memiliki risiko tertinggi terinfeksi. Untuk mengatasi masalah ini, USDA kini menghidupkan kembali teknik serangga steril untuk mengganggu siklus reproduksi screwworm. Langkah pengendalian termasuk penangguhan impor ternak dari Meksiko, peningkatan pengawasan di perbatasan, otorisasi darurat untuk pengobatan hewan, dan anjuran bagi individu yang berisiko untuk mematuhi protokol pencegahan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah penyebaran lebih lanjut dari parasit ini.












