Kopi Sumba dan Tenun Kapuas: Dukungan UMKM Daerah untuk Prabowo

Gelaran Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, menjadi panggung penting bagi pelaku UMKM daerah untuk menunjukkan produk unggulan mereka di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Bagi sejumlah perwakilan UMKM, momen ini bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi juga kesempatan membawa suara daerah agar lebih diperhatikan pemerintah pusat.

Kopi Sumba, Teh, Cokelat, dan Tenun Jadi Andalan

Tresya Avilaemalo, perwakilan UMKM dari Sumba Barat, mengaku bersyukur bisa hadir dalam kegiatan tersebut. Ia membawa serta kebanggaan daerahnya lewat produk-produk seperti kopi, teh, cokelat, hingga kain tenun yang menjadi identitas ekonomi sekaligus budaya masyarakat setempat. Menurutnya, kehadiran di expo ini membuka ruang lebih luas untuk memperkenalkan potensi Sumba Barat kepada publik.

Tresya juga berharap Presiden Prabowo suatu saat dapat berkunjung langsung ke Sumba Barat. Baginya, kunjungan itu akan memberi dorongan moral sekaligus perhatian lebih besar bagi pelaku UMKM yang selama ini terus berupaya mengembangkan usaha dari daerah.

Kapuas Dorong Produk Lokal Lebih Dikenal

Dari Kalimantan Tengah, Ferdinan Endarto yang mewakili UMKM Kabupaten Kapuas menilai ajang seperti ini sangat penting untuk memperluas jangkauan promosi produk daerah. Ia ingin hasil unggulan dan budaya Kapuas tidak hanya dikenal di wilayah sendiri, tetapi juga mendapat tempat di pasar yang lebih luas.

Ferdinan juga menyampaikan dukungannya terhadap program Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo. Menurutnya, program tersebut bisa menjadi salah satu jalan untuk memperkuat ekonomi rakyat, meningkatkan kesejahteraan, dan memberi napas baru bagi UMKM agar tumbuh lebih sehat dan berdaya saing.

UMKM Daerah Menjadi Wajah Ekonomi Lokal

Keikutsertaan pelaku UMKM dari berbagai daerah dalam Apkasi Otonomi Expo 2025 memperlihatkan bahwa promosi produk lokal masih menjadi kunci penting dalam mendorong ekonomi daerah. Di tengah persaingan yang semakin ketat, dukungan terhadap UMKM bukan hanya soal penjualan, tetapi juga soal menjaga identitas, membuka akses pasar, dan memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.