Anak-anak juga bisa mengalami burnout, bukan hanya orang dewasa. Seperti pada orang dewasa, burnout membuat anak merasa tidak bersemangat, putus asa, sinis, dan kesal sehingga menghalangi mereka untuk menjadi produktif atau menyelesaikan tanggung jawab. WHO mengakui burnout sebagai fenomena pekerjaan, yang melibatkan kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat stres jangka panjang. Dilaporkan bahwa kondisi burnout pada anak dapat dikenali melalui beberapa tanda, seperti keluhan merasa lelah meskipun sudah istirahat cukup, perubahan sikap dan kepribadian, penurunan motivasi pada kegiatan yang disukai, ketidaksenangan saat bermain, menghindari pekerjaan rumah atau PR dari sekolah, isolasi diri, dan perfeksionisme berlebihan atau takut gagal. Burnout pada anak perlu diatasi segera karena dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka.
Tanda Burnout pada Anak: Kenali Gejalanya!
Read Also
Recommendation for You

Dokter gigi Milad Shadrooh mengungkapkan bahwa kunjungan ke dokter gigi masih menakutkan bagi banyak anak….

Penyakit jantung bawaan pada anak dapat mempengaruhi pertumbuhan mereka karena tubuh memerlukan lebih banyak energi…

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, menyoroti fenomena promosi film…

Menarik atau tidaknya seseorang tidak lagi hanya dinilai dari fitur wajahnya, menurut sebuah studi terbaru…








