Waspada Kebiasaan Main Ponsel di Toilet, Risiko Wasir Bisa Ikut Naik
Tanpa disadari, kebiasaan membawa ponsel pintar ke toilet bisa memberi dampak yang tidak sepele. Sebuah studi terbaru yang dimuat di PLOS One menyebut, terlalu lama duduk di toilet sambil bermain ponsel dapat meningkatkan risiko wasir. Temuan ini kembali menyorot kebiasaan kecil yang sering dianggap biasa, padahal bisa memengaruhi kesehatan area rektum dan usus bagian bawah.
Duduk Lebih Lama, Tekanan pada Jaringan Ikat Ikut Bertambah
Wasir adalah bantalan pembuluh darah vena di rektum bagian bawah yang bisa membengkak dan menimbulkan rasa gatal, tidak nyaman, hingga pendarahan. Para ahli gastroenterologi menjelaskan, posisi duduk di toilet berbeda dengan duduk di kursi kerja atau sofa. Saat seseorang terlalu lama berada di toilet, tekanan pada area tersebut bisa meningkat dan perlahan melemahkan jaringan ikat yang menopang pembuluh darah vena.
Penelitian yang melibatkan 125 orang dewasa itu menemukan bahwa penggunaan ponsel pintar di toilet berkaitan dengan peningkatan risiko wasir hingga 46 persen. Salah satu pola yang terlihat adalah para pengguna ponsel cenderung menghabiskan waktu lebih dari lima menit di toilet. Kebiasaan ini disebut lebih sering muncul pada kelompok usia muda, yang memang akrab dengan gawai dalam hampir setiap aktivitas harian.
Saran Ahli: Batasi Waktu, Jangan Mengejan
Dr. Sandhya Shukla, ahli gastroenterologi di Atlantic Coast Gastroenterology Associates, New Jersey, menyarankan agar siapa pun yang tetap membawa ponsel ke toilet membatasi waktu duduknya. Menurutnya, lima menit adalah batas yang sebaiknya tidak dilampaui. Ia juga menekankan pentingnya tidak mengejan saat buang air besar karena kebiasaan itu dapat memperburuk tekanan pada pembuluh darah di area anus.
Selain soal durasi, asupan serat tinggi juga dinilai penting untuk membantu menjaga kelancaran buang air besar. Dengan begitu, risiko wasir bisa ditekan tanpa harus bergantung pada kebiasaan yang justru memperpanjang waktu di toilet. Di tengah rutinitas digital yang makin melekat, peringatan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan usus sering kali ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang kerap diabaikan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












