Pembuluh darah yang bermasalah tidak selalu memberi tanda yang jelas. Kadang, gejalanya datang sekilas lalu dianggap sepele: pusing mendadak, wajah terasa kebas di satu sisi, bicara pelo, atau tangan tiba-tiba lemas. Padahal, rangkaian keluhan seperti ini bisa menjadi sinyal awal gangguan serius, termasuk stroke. Di titik inilah Digital Subtraction Angiography atau DSA menjadi penting karena mampu membuka gambaran yang tidak selalu terlihat pada pemeriksaan biasa.
DSA, pemeriksaan detail untuk melihat aliran darah
DSA adalah prosedur pencitraan yang memanfaatkan sinar-X dan zat kontras untuk menampilkan pembuluh darah secara lebih jelas. Kontras disuntikkan langsung ke pembuluh yang ingin diperiksa, lalu kamera khusus merekam pergerakan darah secara real-time. Pemeriksaan ini dilakukan di Laboratorium Kateterisasi oleh tim medis berpengalaman, sehingga dokter bisa membaca kondisi pembuluh darah secara lebih tajam dan akurat.
Berbeda dengan CT Scan atau MRI yang memberi gambaran struktur, DSA menonjol karena mampu memperlihatkan aliran darah secara langsung. Karena itu, pemeriksaan ini kerap disebut sebagai standar emas atau gold standard dalam evaluasi pembuluh darah, terutama saat dokter perlu memastikan ada tidaknya kelainan yang tersembunyi.
Kapan DSA biasanya dibutuhkan?
Tidak semua keluhan pusing atau lemas langsung mengarah pada DSA. Namun, pemeriksaan ini umumnya dipertimbangkan pada pasien dengan gejala stroke, riwayat stroke berulang, dugaan kelainan pembuluh darah, migrain atau pusing yang berlangsung lama, hingga pandangan kabur yang muncul tiba-tiba. Dalam kondisi seperti ini, ketepatan diagnosis menjadi sangat penting agar penanganan tidak terlambat.
Melalui DSA, dokter dapat menemukan petunjuk yang lebih pasti untuk menentukan langkah medis berikutnya. Deteksi dini membantu mencegah komplikasi yang lebih berat, sekaligus memberi arah terapi yang lebih tepat sesuai kondisi pasien.
Peran DSA dalam keputusan klinis
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, Pitono, menegaskan bahwa DSA membantu tim medis memperoleh gambaran pasti mengenai aliran darah di otak pasien. Informasi tersebut mempercepat proses diagnosis dan memudahkan pengambilan keputusan klinis. Dengan dukungan layanan yang aman, nyaman, dan terintegrasi bersama tim multidisiplin, pasien diharapkan bisa mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan tepat sasaran.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












