Uus Kuswanto Resmi Jabat Sekda DKI Jakarta, Rekam Jejak Panjang dan LHKPN Jadi Sorotan
Pelantikan Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta menandai babak baru di lingkar birokrasi ibu kota. Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta melantik Uus di Balai Kota Jakarta pada Senin sore, menggantikan Marullah Matali yang telah mengabdi di lingkungan Balai Kota selama 29 tahun. Pergantian ini bukan hanya soal kursi jabatan, tetapi juga menegaskan kembali sosok birokrat yang sudah lama malang melintang di pemerintahan Jakarta.
Karier Panjang di Lingkungan Pemprov DKI
Nama Uus Kuswanto bukan wajah baru bagi birokrasi DKI Jakarta. Alumni IPDN asal Ciamis, Jawa Barat, itu telah berpuluh-puluh tahun bekerja di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebelum dipercaya memegang jabatan Sekda, Uus pernah menjabat Wali Kota Jakarta Barat pada 2020-2021, lalu kembali menduduki posisi yang sama pada 2023-2025. Di antara dua periode tersebut, ia juga sempat menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Timur pada 2019-2020 dan Penjabat (Pj.) Sekda DKI Jakarta pada 2022-2023.
Rangkaian jabatan itu menunjukkan bahwa Uus bukan sekadar pejabat administratif, melainkan figur yang sudah akrab dengan ritme kerja pemerintahan Jakarta yang cepat, padat, dan penuh tekanan. Dalam posisi baru ini, ia kini memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam mengoordinasikan jalannya pemerintahan daerah.
LHKPN Uus Kuswanto: Aset dan Utang
Di balik jabatan barunya, laporan harta kekayaan Uus juga ikut menjadi perhatian. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024, total aset yang ia laporkan mencapai Rp5,99 miliar. Kekayaannya terdiri dari tanah dan bangunan yang tersebar di Tangerang dan Ciamis, serta sejumlah aset lain yang tercatat dalam laporan resmi.
Selain properti, Uus juga memiliki alat transportasi senilai Rp424 juta. Kendaraan yang dilaporkan mencakup Suzuki Ertiga, Honda Beat, dan Honda CR-V. Ia turut mencantumkan harta bergerak lainnya serta kas dan setara kas dengan total Rp214,57 juta. Setelah dikurangi utang sebesar Rp930,36 juta, total kekayaan bersih Uus berada di angka Rp5,69 miliar.
Harapan di Kursi Sekda DKI
Dengan pengalaman panjang dan posisi strategis yang kini diemban, Uus dihadapkan pada ekspektasi besar untuk menjaga stabilitas birokrasi sekaligus mendorong peningkatan pelayanan publik di Jakarta. Jabatan Sekda bukan sekadar simbol administratif, melainkan poros penting dalam memastikan program-program pemerintah daerah berjalan efektif dan terkoordinasi.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












