Wuling Motors kembali menegaskan ambisinya di pasar kendaraan listrik komersial lewat kerja sama dengan JNE Tangerang dalam program Green Expedition yang diumumkan di ajang IIMS 2026. Momen ini ditandai dengan penyerahan simbolis Mitra EV Blind Van, yang akan dipakai untuk mendukung aktivitas operasional harian JNE Tangerang. Langkah ini bukan sekadar penambahan armada, tetapi juga sinyal bahwa logistik mulai bergerak ke arah yang lebih efisien dan rendah emisi.
Armada listrik untuk kebutuhan distribusi
Dalam kolaborasi tersebut, Wuling menyerahkan 10 unit Mitra EV Blind Van kepada JNE Tangerang. Kehadiran kendaraan listrik ini diharapkan bisa membantu perusahaan memperkuat proses distribusi, menekan biaya operasional, sekaligus mendukung pengurangan emisi di lapangan. Bagi sektor logistik yang menuntut pergerakan cepat dan konsisten, armada listrik seperti ini dipandang sebagai solusi yang lebih relevan dengan kebutuhan bisnis modern.
Sudah sempat diuji sebelum dibeli
JNE Tangerang disebut tidak langsung memutuskan pembelian. Sebelumnya, perusahaan lebih dulu melakukan uji coba penggunaan Mitra EV sebagai tahap awal untuk melihat kecocokannya dalam operasional sehari-hari. Dari proses itu, kendaraan dinilai cukup menjanjikan untuk mendukung pengembangan logistik yang lebih ramah lingkungan dan tetap efektif. Dengan penambahan unit baru, distribusi diharapkan bisa berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Mitra EV jadi andalan baru Wuling di segmen komersial
Mitra EV merupakan kendaraan listrik komersial pertama Wuling di Indonesia yang diproduksi di pabrik Cikarang. Model ini hadir dalam dua pilihan, yaitu Blind Van dan Minibus, dengan desain yang dikembangkan agar efisien, multifungsi, dan tetap modern. Kehadirannya memperlihatkan bagaimana Wuling mencoba memperluas peran kendaraan listrik, bukan hanya untuk mobil penumpang, tetapi juga untuk kebutuhan bisnis yang menuntut daya angkut dan kepraktisan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












