Penyakit jantung bawaan pada anak dapat mempengaruhi pertumbuhan mereka karena tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk menanggung kerja jantung dan pernapasan. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Putri Reno Indrisia, menjelaskan bahwa dalam kondisi ini, anak seringkali mengalami kesulitan bertambah berat badan dan pertumbuhan terhambat. Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah kelainan struktur atau fungsi jantung yang terjadi sejak bayi dalam kandungan. Jenis PJB terbagi menjadi non-sianotik dan sianotik, dimana non-sianotik merupakan yang lebih umum terjadi daripada yang sianotik.
Penyakit Jantung Bawaan Non-Sianotik tidak menyebabkan kebiruan pada anak karena kadar oksigen dalam darah masih cukup baik. Contoh kondisi ini adalah defek septum atrium (ASD) atau defek septum ventrikel (VSD). Di sisi lain, Penyakit Jantung Bawaan Sianotik lebih serius karena darah yang dipompa ke tubuh mengalami kekurangan oksigen. Beberapa gejala PJB yang perlu diwaspadai termasuk tertunda pertumbuhan, seringnya infeksi saluran pernapasan, dan kebiruan di bibir, lidah, atau ujung jari.
Deteksi dini penyakit jantung bawaan sangat penting, dan para orang tua disarankan untuk segera membawa anak ke dokter spesialis jika ada gejala yang mencurigakan. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan termasuk auskultasi jantung, pulse oximetry, elektrokardiogram (EKG), rontgen dada, echocardiography, CT scan & MRI jantung, dan kateterisasi jantung. Setelah diagnosis, penanganan penyakit jantung bawaan dapat mencakup terapi obat, tindakan non-bedah, atau bahkan operasi untuk memperbaiki kelainan struktur jantung. Maka dari itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mengatasi penyakit jantung bawaan pada anak.












