Dampak Ekonomi Pekerja Terjangkit Demam Berdarah Dengue

Demam Berdarah Dengue di Indonesia: Ancaman Serius yang Merugikan

Demam berdarah dengue masih menjadi masalah serius di Indonesia. Menurut Ketua Tim Kerja Penyakit Akibat Tular Vektor Kementrian Kesehatan, Fadjar Silalahi, Indonesia menyumbang 17% kematian akibat dengue secara global. Laporan terbaru mencatat 121 ribu kasus dengue dengan 673 kematian di Indonesia selama tahun 2025. Indonesia bahkan menempati peringkat kedua tertinggi di dunia dalam hal fatalitas akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti, tepat setelah Brasil.

Usia Produktif Rentan Terkena Virus Dengue

Keadaan semakin memburuk karena lebih banyak kasus dengue melibatkan kelompok usia produktif. Fadjar mencatat bahwa kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia 15 hingga 44 tahun. Ini berarti bahwa lingkungan kerja juga menjadi tempat yang rentan terhadap virus dengue. Fadjar menyatakan bahwa dampak kehilangan produktivitas pada kelompok usia kerja setara dengan kehilangan sepuluh tahun kehidupan sehat di masyarakat.

Kerugian Ekonomi di Balik Dengue

Selain dampak kesehatan, dengue juga berdampak pada sisi ekonomi perusahaan. Ketua Umum Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia, Agustina Puspitasari, memperingatkan bahwa absensi dan presenteeism akibat dengue dapat merugikan performa bisnis. Ia mengestimasi bahwa perusahaan dengan 4 ribu karyawan bisa mengeluarkan biaya hingga Rp 500 juta setiap tahun untuk menangani kasus dengue. Biaya satu kasus dengue sendiri bisa mencapai 6 juta, setara dengan dua kali lipat upah minimum nasional.

Menanggapi situasi ini, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia melihat peningkatan kesehatan pekerja sebagai investasi yang penting dan bukan hanya sebagai beban operasional. Mereka menekankan bahwa lingkungan kerja menjadi titik penting untuk memutus rantai penularan dengue.

Vaksinasi sebagai Langkah Pencegahan Utama

Sebagai langkah pencegahan utama, vaksinasi dianggap sangat efektif. Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia merekomendasikan vaksinasi, terutama bagi pekerja di sektor berisiko tinggi. Selain itu, kolaborasi antara regulasi yang ketat dan kesadaran preventif di dunia usaha merupakan kunci untuk mencapai target Zero Dengue Deaths pada 2030. Edukasi kesehatan juga menjadi hal penting, seperti yang dipahami oleh Raditya Dika, seorang penulis dan komedian yang melakukan langkah-langkah proteksi dini terhadap keluarganya dan anggota tim kerjanya.

Source link