Membangun Budaya Kesadaran Bencana dari Usia Dini

DIREKTORAT Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Trevi Jayanti Puspasari, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bencana sejak usia dini. Menurut Trevi, penting bagi generasi muda, terutama anak-anak Sekolah Dasar, untuk memahami betapa pentingnya persiapan menghadapi bencana alam.

Analisis BNPB menunjukkan bahwa orang dewasa sering kali mengabaikan potensi bencana alam, padahal Indonesia terletak di jalur Ring of Fire dengan tingkat aktivitas vulkanik yang tinggi. BNPB mencatat lebih dari 4.700 kejadian bencana alam sepanjang tahun 2025.

Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

Melalui Peluncuran Program Kolaboratif Untuk Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini antara TOA Indonesia dan Universitas Indonesia, Trevi menegaskan perlunya membangun budaya kesiapsiagaan sejak usia dini. Meskipun mitigasi bencana belum menjadi pelajaran wajib secara resmi di kurikulum pendidikan Indonesia, upaya edukasi terus dilakukan kepada berbagai pihak.

Bidang Kebencanaan dalam Kurikulum Pendidikan

Saat ini, ilmu kebencanaan masih belum sepenuhnya terintegrasi dalam kurikulum pendidikan. Meski demikian, sejumlah langkah telah diambil untuk memperkenalkan konsep-konsep mitigasi bencana kepada masyarakat, terutama anak-anak. Kolaborasi antara BNPB, Dinas Pendidikan, dan institusi pendidikan lainnya menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran akan bencana.

Asri Oktavioni Indraswari, Dosen Geologi & Geofisika UI, menekankan pentingnya penguatan sistem bencana dan pemahaman kesiapsiagaan yang komprehensif. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat meningkatkan literasi kebencanaan di Indonesia.

Kolaborasi dan Penelitian untuk Kesiapsiagaan Bencana

TOA Indonesia dan Universitas Indonesia telah mengembangkan video animasi edukasi “Aku Harus Apa?” yang akan disosialisasikan kepada ribuan siswa SD di beberapa wilayah di Indonesia. Melalui pendekatan inovatif ini, diharapkan pesan kesiapsiagaan dapat lebih mudah dipahami oleh generasi muda dan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya kesiapsiagaan yang kuat.

Video animasi tersebut dikembangkan berdasarkan riset kolaboratif dan observasi lapangan untuk memastikan keefektifan pesan yang disampaikan. Langkah-langkah konkret seperti ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam melindungi masyarakat dari potensi bencana di masa depan.

Source link