Kasus DBD Juga Mengancam Dewasa Produktif
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sukamto Koesnoe menegaskan bahwa demam berdarah dengue (DBD) tidak hanya berdampak pada anak-anak, tetapi juga berpotensi besar mengancam kelompok usia dewasa, terutama yang produktif. Bahkan, banyak pasien dewasa yang harus dirawat inap akibat penyakit ini, mengganggu aktivitas mereka sehari-hari.
Menurut Sukamto, risiko terjadinya komplikasi akibat DBD pada orang dewasa, terutama yang memiliki kondisi penyerta seperti diabetes atau hipertensi, sangat tinggi. Hal ini dapat memperparah penyakit dan membutuhkan perawatan medis yang lebih intensif.
Pencegahan DBD dalam Kehidupan Sehari-hari
Penting bagi masyarakat untuk memprioritaskan pencegahan DBD sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Langkah-langkah pencegahan termasuk menjaga lingkungan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi opsi pencegahan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi individu.
Peran IDAI dalam Pencegahan DBD pada Anak
Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hartono Gunardi menjelaskan bahwa anak-anak rentan terhadap DBD. Sebanyak 75 persen kasus DBD terjadi pada kelompok usia 5–44 tahun, dengan kematian tertinggi pada usia 5–14 tahun. Pencegahan yang komprehensif penting dilakukan, termasuk pengendalian lingkungan dan perlindungan tambahan secara menyeluruh.
Pentingnya Imunisasi DBD untuk Anak
Hartono menegaskan pentingnya imunisasi DBD untuk anak-anak usia 4 hingga 18 tahun, sebagai langkah preventif yang efektif. Dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia, IDAI mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan DBD dan perlindungan yang tepat.












