Mengenal Sayuti Melik: Pengetik Teks Proklamasi yang Tak Tergantikan






Sayuti Melik: Sosok di Balik Pengetik Teks <a href="https://portalmetrotv.net/2026/08/11/7-tokoh-perumus-teks-proklamasi-daftar-lengkap/">Proklamasi</a>

Sayuti Melik: Sosok di Balik Pengetik Teks Proklamasi

Sayuti Melik, tokoh penting dalam sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 22 November 1908. Aktivis nasionalis dan jurnalis, Sayuti Melik dikenal sebagai sosok yang mengetik naskah Proklamasi yang dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Aktivitas Jurnalistik dan Politik

Sayuti Melik menggunakan kegiatan jurnalistik sebagai sarana untuk menyuarakan gagasan mengenai kebangsaan dan perjuangan kemerdekaan. Bersama istrinya, S.K. Trimurti, ia pernah menerbitkan surat kabar Pesat di Semarang.

Pengaruh nasionalisme dari keluarganya juga memengaruhi Sayuti Melik sejak muda. Ayahnya, Abdul Muin atau Partoprawito, seorang lurah di Sleman, dikenal berani mengkritik kebijakan pemerintah kolonial.

Peran dalam Proklamasi Kemerdekaan

Pada malam 16 Agustus hingga dini hari 17 Agustus 1945, Sayuti Melik diminta mengetik naskah Proklamasi yang sudah dirumuskan oleh Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo. Proses pengetikan menimbulkan beberapa perubahan pada teks yang akhirnya digunakan dalam pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Bukan Perumus Utama Teks Proklamasi

Sebagai pengetik naskah Proklamasi, Sayuti Melik bukanlah tokoh yang merumuskan konsep awal naskah tersebut. Konsep Proklamasi pertama kali dirumuskan oleh Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo, sedangkan Sayuti Melik mengambil peran dalam tahap pengetikan naskah yang sudah disepakati.

Perjuangan Kemerdekaan

Sayuti Melik juga terlibat aktif dalam perjuangan kemerdekaan, mendesak agar Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaan setelah Jepang menyerah kepada Sekutu. Setelah Indonesia merdeka, ia tetap aktif dalam politik dan pernah menjadi anggota DPR/MPR pada masa Orde Baru.

Sayuti Melik wafat di Jakarta pada 27 Februari 1989. Namanya tetap dikenang sebagai tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia yang tak hanya mengetik teks Proklamasi, tetapi juga berperan sebagai jurnalis, aktivis, dan pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap

Editor: Maria Rosari Dwi Putri

Copyright © ANTARA 2026

Source link