PT Selatox Bio Pharma Resmi Produksi Botulinum Toxin di Indonesia
PT Selatox Bio Pharma (Selatox) menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas manufaktur untuk memproduksi botulinum toxin. Penjualan botulinum toxin biasanya harus diimpor, tetapi dengan produksi dalam negeri, harga bisa lebih terjangkau dan keamanan produk lebih terjamin. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyebut Indonesia memiliki peluang untuk menjadi hub global market setelah peresmian fasilitas pabrik biofarmasi Selatox di Cikarang, Jawa Barat, akhir Juli 2026.
Fasilitas Produksi & Sertifikasi
Fasilitas manufaktur Selatox dibangun di lahan seluas 4.740 meter persegi dan memiliki kapasitas produksi mencapai 6,5 juta vial per tahun. Meski baru diresmikan, produksi baru akan dimulai pada tahun 2028 setelah mencapai semua persyaratan sertifikasi dan uji coba. Sertifikasi CPOB PT Selatox diterbitkan setelah hanya 35 hari kerja sejak pengajuan pada 10 Juli 2026.
Komitmen Selatox
CEO Selatox, Joh Young Hoon, menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan Indonesia sebagai pusat biofarmasi estetika yang berintegrasi riset, manufaktur, dan operasional bisnis global. Dukungan dari Daewoong Group sebesar Rp 4,7 triliun telah memperkuat investasi Selatox dalam pengembangan fasilitas pabrik.
Sejalan dengan transformasi sistem kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mendukung hadirnya fasilitas manufaktur seperti PT. Selatox Bio Pharma. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian farmasi Indonesia dan menaikkan daya saing industri kesehatan nasional.












