5 Risiko Mengonsumsi Jeroan Berlebihan yang Perlu Diketahui | tempo.co

Pasca Hari Raya Kurban, sisa daging dan jeroan kambing atau sapi mungkin masih tersimpan di kulkas. Namun, perlu diingat bahwa konsumsi jeroan sapi atau kambing secara berlebihan memiliki risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Meskipun jeroan mengandung beragam nutrisi penting seperti vitamin dan mineral, seperti vitamin A, B, D, E, K, zat besi, magnesium, selenium, dan zinc, tetapi juga tinggi kolesterol, terutama pada bagian seperti otak, hati, dan ginjal.

100 gram otak sapi mengandung sekitar 2.000 miligram kolesterol, sementara ginjal dan hati masing-masing mengandung 716 miligram dan 381 miligram. Hal ini melebihi batas asupan kolesterol yang direkomendasikan per hari, yang hanya sekitar 300 miligram. Konsumsi kolesterol berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Selain itu, jeroan juga tinggi purin, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah, sehingga disarankan bagi penderita asam urat atau hemochromatosis untuk membatasi atau menghindari konsumsi jeroan.

Tidak hanya itu, jeroan hewan juga dapat mengandung sisa racun seperti arsenik, timah, merkuri, atau logam berat lainnya, yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia. Kelebihan vitamin A juga bisa terjadi akibat konsumsi jeroan yang berlebihan, yang pada akhirnya dapat merugikan kesehatan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengonsumsi jeroan dalam porsi terbatas dan seimbang, serta menjauhi alkohol, mengurangi asupan karbohidrat olahan dan lemak jenuh, serta memilih lemak tak jenuh saat memasak. Dengan begitu, manfaat nutrisi dari jeroan tetap dapat diperoleh tanpa menimbulkan risiko kesehatan yang berlebihan.

Source link