Tips Agar Anak Muda Jadi Pelaku Keuangan Cerdas
Di tengah maraknya tawaran pinjaman daring ilegal dan jebakan investasi yang kerap menyasar anak muda, literasi keuangan kembali menjadi isu yang tak bisa diabaikan. Melalui Global Community Day, Prestasi Junior Indonesia mencoba menjawab tantangan itu dengan pendekatan yang lebih dekat ke kehidupan siswa: mengenalkan cara berpikir finansial yang sehat, praktis, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Literasi Keuangan Jadi Bekal Penting untuk Generasi Muda
Robert Gardiner, Academic Advisor and Operations Counsel di Prestasi Junior Indonesia, menegaskan bahwa pengetahuan keuangan yang memadai menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah salah langkah dalam mengambil keputusan finansial. Menurutnya, banyak anak muda terjebak dalam produk keuangan berisiko karena belum memahami cara kerja pengelolaan uang, risiko, dan tanggung jawab finansial.
Karena itu, program edukasi ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pembelajaran yang komprehensif agar siswa mampu menjadi pelaku keuangan yang cerdas. Harapannya, mereka tidak sekadar mengenal istilah finansial, tetapi juga bisa mengelola uang pribadi dengan lebih bijak dan terukur.
Financial Innovation Challenge Dorong Siswa Punya Solusi
Rangkaian Global Community Day ditutup dengan Financial Innovation Challenge, sebuah sesi yang menghadirkan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Dalam kegiatan ini, para siswa diminta menyampaikan gagasan solusi keuangan yang inovatif untuk menjawab persoalan di lingkungan mereka.
Format seperti ini memberi ruang bagi siswa untuk tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga ikut berpikir kritis terhadap masalah yang ada di komunitasnya. Selain melatih kepekaan sosial, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan keberanian siswa mengambil peran sebagai pemimpin perubahan di masyarakat.
Kolaborasi Diperlukan untuk Menutup Kesenjangan
Program edukasi finansial yang digelar Citi Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia ini menargetkan 300 siswa dari tiga sekolah menengah atas di Jakarta dan Depok. Selama kegiatan, para peserta diperkenalkan pada konsep dasar pengelolaan keuangan dan berbagai aspek penting dalam menjaga keberlangsungan keuangan pribadi.
Chief Executive Officer Citi Indonesia, Batara Sianturi, menilai kerja sama lintas pihak menjadi kunci untuk memperkuat literasi keuangan generasi muda. Pandangan itu sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 dari OJK, yang menunjukkan indeks literasi keuangan di kalangan remaja masih rendah. Di titik inilah, program seperti Global Community Day diposisikan bukan sekadar kegiatan edukasi, melainkan upaya membangun kesiapan anak muda menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












