Optimalkan Kesadaran Masyarakat terhadap Pangan Lokal

Direktur Penganekaragaman Konsumi Pangan, Rinna Syawal, mendorong masyarakat untuk lebih memahami potensi pangan lokal sebagai sumber gizi yang berlimpah. Dalam acara Temu Ilmiah Nasional Persatuan Ahli Gizi Indonesia 2025 di Jakarta, Rinna menyoroti kekayaan sumber daya alam Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menekankan pentingnya menggali lebih dalam tentang pangan lokal yang kaya akan karbohidrat hingga protein nabati dan hewani.

Rinna menyampaikan bahwa ada tiga ciri utama pangan lokal, yaitu diproduksi dan tersedia di wilayah setempat, dikonsumsi secara turun temurun oleh masyarakat, serta tidak bertentangan dengan budaya dan keyakinan lokal. Sebagai contoh, ulat sagu yang dianggap aneh di suatu daerah dapat menjadi makanan lazim di daerah lain seperti Papua, Maluku, dan Kalimantan. Indonesia sendiri memiliki kekayaan pangan dan bahan baku kuliner yang melimpah, dengan beragam jenis buah-buahan, sayuran, pangan sumber karbohidrat dan protein, serta rempah-rempah yang tumbuh subur di Tanah Air.

Dalam upaya mengenalkan pangan lokal, Rinna menyarankan untuk memperkenalkannya melalui program makanan gratis, terutama bagi anak-anak di sekolah. Selain membantu menghidupkan ekonomi daerah dan mengurangi emisi karbon, konsumsi pangan lokal juga dapat melestarikan sumber daya genetik lokal serta budaya kuliner. Melalui forum ilmiah dan diskusi tentang gizi, para ahli dan pemerhati bidang gizi berupaya mendukung program pemerintah Makan Bergizi Gratis serta menggaungkan konsumsi pangan lokal di tingkat nasional.

Marudut Sitompul, Ketua Panitia Ilmiah Nasional Persagii 2025, juga berpendapat bahwa perlu dorongan lebih untuk menggaungkan konsumsi pangan lokal di Indonesia. Ia sedang melakukan penelitian tentang penggantian nasi dengan singkong, ubi ungu, dan ubi kimpul sebagai upaya untuk meningkatkan konsumsi umbi-umbian di Tanah Air. Melalui pendekatan seperti ini, diharapkan masyarakat akan semakin menghargai dan mengonsumsi pangan lokal yang beragam dan bergizi.

Source link