Kematian Ozzy Osbourne Akibat Parkinson: Apa Penyebab dan Gejalanya?

Ozzy Osbourne, salah satu pendiri band heavy-metal Black Sabbath, meninggal dunia pada tanggal 22 Juli 2025 di usia 76 tahun akibat serangkaian penyakit termasuk parkinson yang telah dialaminya sejak tahun 2003. Parkinson merupakan kondisi di mana sebagian otak memburuk, yang gejalanya akan bertambah parah seiring berjalannya waktu. Selain memengaruhi kontrol otot, keseimbangan, dan gerakan, Parkinson juga dapat berdampak pada indra, kemampuan berpikir, dan kesehatan mental seseorang. Gangguan neurodegeneratif ini mempengaruhi neuron penghasil dopamin di area otak tertentu dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia, dengan usia rata-rata mulai terkena penyakit ini adalah 60 tahun dan lebih sering terjadi pada pria. Meskipun biasanya terjadi pada usia lanjut, Parkinson bisa juga terjadi pada orang dewasa usia 20 tahun meskipun sangat jarang. Penyakit ini cukup umum, mempengaruhi setidaknya satu persen orang berusia di atas 60 tahun di seluruh dunia. Gejala Parkinson berkembang perlahan dari satu individu ke individu lain dan bisa terdiri dari tremor, lambannya gerakan, kekakuan anggota tubuh, hingga masalah keseimbangan. Selain gejala motorik, Parkinson juga dapat menimbulkan gejala non-motorik seperti depresi, kecemasan, dan gangguan tidur. Penyebab pasti Parkinson masih belum sepenuhnya diketahui, namun para ilmuwan meyakini bahwa faktor genetik dan lingkungan memainkan peran dalam kejadiannya. Lebih lanjut tentang sosok Ozzy Osbourne sebagai frontman Black Sabbath yang berpulang di usia 76 tahun dapat disimak pada artikel “Sosok Ozzy Osbourne. Frontman Black Sabbath yang Berpulang di Usia 76 Tahun”.

Source link