Kanker sel dapat menembus cairan yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang, yang membuat pengobatan kanker tertentu sulit dijangkau oleh obat kanker biasa. Oleh karena itu, kemoterapi intratekal adalah solusi yang diperlukan. Kemoterapi intratekal adalah pengobatan yang banyak digunakan untuk melawan kanker yang terlibat dalam otak dan sumsum tulang belakang, atau memiliki risiko penyebaran ke area tersebut.
Leukemia dan limfoma adalah jenis kanker yang seringkali menyebar ke cairan serebrospinal atau CSF. Sebagai contoh, penderita LLA dapat menjalani kemoterapi intratekal sebelum sel kanker menyebar ke CSF. Begitu juga dengan penderita limfoma Burkitt, limfoma limfoblastik, atau limfoma sel B besar difus. Dokter juga dapat merekomendasikan kemoterapi intratekal jika sel kanker telah ditemukan dalam CSF dalam kasus-kasus tertentu.
Proses pemberian kemoterapi IT biasanya dilakukan melalui pungsi lumbal atau spinal tap. Pasien akan diberikan obat bius agar tidak merasakan tidak nyaman, kemudian dokter akan memasukkan obat ke dalam CSF di antara tulang belakang. Jika pasien membutuhkan dosis yang lebih banyak atau perawatan jangka panjang, dokter mungkin menyarankan penggunaan implan seperti reservoir Ommaya yang terhubung ke ruang intratekal untuk memudahkan proses tersebut.
Meskipun kemoterapi intratekal bisa dilakukan dengan lebih nyaman melalui alat implan, pasien masih harus memperhatikan risiko infeksi yang kecil. Namun, prosedur ini memberikan kemudahan bagi pasien dalam menjalani pengobatan kanker dan meminimalkan ketidaknyamanan selama prosesnya. Dengan begitu, kemoterapi intratekal adalah metode yang efektif dalam mengobati kanker di area otak dan sumsum tulang belakang.












