Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Pulau Sumatera. Dampak asap karhutla pada kesehatan masyarakat sangat signifikan. Partikel halus (PM2.5) dalam asap karhutla dapat masuk ke paru-paru dan aliran darah, mengakibatkan iritasi mata, hidung, tenggorokan, batuk, sesak napas, serangan asma, gangguan jantung, infeksi saluran pernapasan, dan risiko kesehatan pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Untuk melindungi diri dan keluarga dari paparan asap kebakaran, dianjurkan untuk tetap di dalam rumah saat kualitas udara buruk, menggunakan masker N95 atau P100, menciptakan ruang bersih di rumah, memantau Indeks Kualitas Udara (AQI), memperhatikan pola makan, minum air putih, dan menghindari aktivitas fisik berat. Bagi masyarakat yang harus bekerja di luar ruangan, seperti petani atau buruh lapangan, disarankan untuk menggunakan masker N95, istirahat di tempat tertutup, batasi waktu kerja saat AQI tidak sehat, dan segera cari tempat dengan udara bersih jika merasa tidak sehat. Melindungi diri dari asap kebakaran sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan selama musim karhutla.
Tips Melindungi Diri dari Asap Kebakaran
Read Also
Recommendation for You

Menarik atau tidaknya seseorang tidak lagi hanya dinilai dari fitur wajahnya, menurut sebuah studi terbaru…

Infeksi cacing usus atau cacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di banyak negara, termasuk Indonesia….

Penggunaan cat kuku, gel kuku, atau penghapus kuteks menjadi tren namun melekatkan bahaya bagi kesehatan…

GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease merupakan kondisi yang sering dialami oleh penderita maag parah, di…

Asam lambung naik atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan akibat naiknya…







