Menggiatkan Kolaborasi dalam Pencegahan Konflik dengan Keterlibatan Anak Muda
Husnul Maad, Direktur ChildFund International di Indonesia, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mencegah konflik dengan melibatkan anak muda. ChildFund International di Indonesia telah melaksanakan Proyek Penguatan Kohesi Sosial (SSCP) dengan dukungan Uni Eropa untuk mempromosikan pembangunan perdamaian yang difokuskan pada pemuda. Langkah ini telah menghasilkan regulasi perdamaian tingkat provinsi pertama di Indonesia, yaitu Peraturan Gubernur Lampung No. 18 Tahun 2025 tentang Pedoman Penguatan Ikatan Sosial dalam Pencegahan Konflik Sosial.
Dalam salah satu wawancara, Husnul Maad menyatakan pentingnya membangun masyarakat yang inklusif, tangguh, dan damai di tengah keberagaman di Indonesia. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Firsada, menyambut baik langkah yang diambil ChildFund Indonesia dalam mendorong partisipasi masyarakat, khususnya anak muda, dalam pencegahan konflik.
Pengambilalihan Proyek Penguatan Kohesi Sosial di Lampung telah melibatkan berbagai pihak termasuk Yayasan Pembinaan Sosial Katolik (YPSK) dan pemerintah daerah. Program ini berlangsung selama 30 bulan dan mencakup kegiatan seperti pembinaan sekolah dan organisasi pemuda, serta pengembangan Modul Pendidikan Perdamaian Ulun Lampung. Pendekatan ini didasarkan pada nilai-nilai budaya lokal, seperti Piil Pesenggiri, dan mempertimbangkan kesetaraan gender, keberagaman, dan inklusi sosial.
Sosialisasi regulasi penguatan ikatan sosial dalam pencegahan konflik di Lampung diharapkan dapat memperkuat kerangka hukum dalam mencegah konflik dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga perdamaian. ChildFund International bersama mitra lintas sektor berupaya mempromosikan perdamaian dan kesepahaman di masyarakat, serta sebagai contoh bagi proyek-proyek lain yang memiliki tujuan serupa. Kabar baik bagi masyarakat Lampung dan Indonesia, semoga upaya pencegahan dan penyelesaian konflik dapat terus ditingkatkan melalui praktik-praktik budaya yang baik dengan fokus pada peran anak muda.
Peningkatan Kolaborasi Pencegahan Konflik Melalui Partisipasi Anak Muda












