5 Bahaya Makan Kentang Goreng yang Harus Diwaspadai

5 Bahaya Makan Kentang Goreng yang Perlu Diwaspadai

Kentang goreng kerap dianggap sekadar teman makan yang praktis dan memuaskan. Namun, di balik rasa gurih dan teksturnya yang renyah, makanan ini menyimpan sejumlah risiko yang sering luput diperhatikan. Kentang memang dikenal sebagai sumber karbohidrat, tetapi ketika masuk ke proses penggorengan, nilai gizinya berubah dan justru bisa memunculkan dampak yang kurang menguntungkan bagi tubuh.

Masuk Kategori Makanan Ultra-Olahan

Menurut penulis buku How Not to Eat Ultra-Processed, Nicole Ludlam-Raine, kentang goreng bukanlah pilihan yang baik untuk dikonsumsi terlalu sering. Ia menempatkannya dalam kelompok makanan ultra-olahan yang umumnya tinggi karbohidrat olahan, lemak, dan kalori. Kombinasi ini membuat kentang goreng lebih mudah dikonsumsi berlebihan, terutama saat disajikan sebagai menu pendamping di restoran cepat saji.

Risiko Kesehatan yang Mengintai

Penelitian yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition dan diterbitkan oleh Harvard Health Publishing menyoroti kaitan antara konsumsi kentang goreng dengan peningkatan risiko kematian. Studi tersebut melibatkan 4.400 orang dewasa dengan usia mendekati lansia. Temuan itu menegaskan bahwa kandungan lemak dan garam yang tinggi pada kentang goreng dapat memberi beban tambahan bagi tubuh, terutama jika dikonsumsi secara rutin.

Selain itu, kentang goreng juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas di masa depan. Saat kentang digoreng, serat alaminya ikut rusak, sementara kandungan energinya menjadi lebih padat. Kondisi ini membuat kentang goreng tidak lagi sekadar sumber karbohidrat, melainkan makanan tinggi kalori dengan potensi dampak metabolik yang lebih besar.

Penggorengan dan Tambahan Gula Memperburuk Dampaknya

Proses penggorengan juga dapat memperkenalkan senyawa yang tidak diinginkan, termasuk lemak trans. Di sisi lain, cara persiapan tertentu, seperti penambahan gula sebelum dimasak, disebut dapat menaikkan indeks glikemik kentang goreng. Artinya, lonjakan gula darah bisa terjadi lebih cepat setelah makanan ini dikonsumsi.

Ahli nutrisi Integral Wellness, Caroline Roberts, menjelaskan bahwa kentang yang dibersihkan lalu ditambahkan gula dapat meningkatkan kadar glukosa dalam tubuh dan pada akhirnya memperbesar risiko kematian. Karena itu, kentang goreng sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan harian, melainkan dibatasi agar dampak buruknya tidak menumpuk dari waktu ke waktu.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.