Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 189 per 100 ribu kelahiran, sementara target untuk tahun 2029 adalah 77 per 100 ribu kelahiran. Lebih dari 36 ribu kasus baru kanker serviks terdiagnosis, dengan lebih dari 21 ribu kematian setiap tahunnya, setara dengan satu perempuan meninggal setiap 25 menit.
Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, Budi Wiweko, menyebutkan bahwa sekitar 80 persen kematian ibu terjadi di fasilitas kesehatan dan mayoritas terjadi dalam 24 jam pasca persalinan. Salah satu penyebabnya adalah pendarahan hebat yang dapat mengancam nyawa seorang ibu dalam waktu 30 menit jika tidak ditangani secara darurat. Perilaku masyarakat seperti menikah terlalu cepat, memiliki terlalu banyak anak, dan menjalani jarak kehamilan yang terlalu sering juga turut berkontribusi pada angka fatalitas tersebut.
POGI berusaha mengatasi masalah ini melalui gerakan Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) dengan sepuluh program utama, antara lain edukasi masa prakonsepsi, merencanakan kehamilan, pemeriksaan hemoglobin dan zat besi ibu hamil, serta skrining DNA HPV dan vaksinasi HPV. Tujuan dari gerakan SPRIN adalah menurunkan masalah kesehatan reproduksi, termasuk kematian ibu, stunting, kematian bayi, dan kanker serviks.
POGI juga berkomitmen untuk menciptakan Rumah Perempuan Indonesia sebagai pusat pemberdayaan perempuan dan inovasi kesehatan reproduksi. Kolaborasi lintas sektor, dukungan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan komunitas akan menjadi kunci dalam implementasi SPRIN. National SPRIN Award telah disiapkan untuk memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang berhasil menekan angka kematian ibu di wilayahnya.
Imanda Zahwa berkontribusi dalam penulisan artikel ini.












