Bahaya Penyakit Malaria Masih Mengintai, Masyarakat Harus Waspada
Penyakit malaria masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Dokter Okupasi Rumah Sakit Siloam Sri Haryati memperingatkan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai penyakit ini. Menurutnya, kesadaran akan gejala dan cara pencegahan malaria sangat diperlukan mengingat masih tingginya kasus di Indonesia.
Mewaspadai Gejala dan Penularan Malaria
Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Gejala malaria mirip dengan demam berdarah, seperti demam dan menggigil. Penularan terjadi saat nyamuk yang terinfeksi Plasmodium menggigit manusia.
Dr. Sri menjelaskan gejala malaria yang harus diwaspadai, antara lain demam tinggi secara berkala, menggigil, sakit kepala, mual, dan lemas. Pasien juga dapat mengalami diare, nyeri otot, kelelahan, dan gejala lainnya. Biasanya gejala muncul dalam waktu 10 hari hingga 4 minggu setelah gigitan nyamuk.
Faktor Risiko dan Pencegahan Malaria
Terdapat tiga faktor risiko utama yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena malaria. Pertama, usia, di mana anak-anak di bawah 5 tahun lebih rentan. Kedua, lingkungan dengan iklim tropis seperti di Indonesia. Terakhir, minimnya fasilitas kesehatan yang dapat menghambat pengobatan.
Kementerian Kesehatan menyarankan beberapa langkah pencegahan, mulai dari membersihkan lingkungan hingga menggunakan kelambu saat tidur. Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menghindari aktivitas di dekat perairan pada malam hari dan menggunakan obat anti-nyamuk.
Kesadaran dan Tindakan Preventif
Menyambut Hari Malaria Sedunia, Andrew Susanto dari Holywings Group mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan lingkungan. Melalui program CSR, mereka berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit, termasuk malaria.
Dengan pemahaman yang baik mengenai gejala dan pencegahan malaria, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mengurangi risiko penularan penyakit mematikan ini.












