Anak Akrab dengan Gawai dalam Era Digital
Anak-anak semakin akrab dengan teknologi dalam era digital saat ini. Waktu yang dihabiskan di depan layar menjadi sebuah tantangan bagi orang tua dan guru dalam proses pendidikan. Tingginya paparan layar dapat membuat anak kurang fokus dan terbiasa dengan hal-hal visual. Karenanya, diperlukan pendekatan baru agar anak tertarik dan focus dalam proses belajar.
Cara Baru Menarik Minat Anak dalam Belajar
Rita Pranawati, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, menyatakan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan berdampak pada cara anak-anak melihat proses belajar. Bermain dengan gawai terasa menyenangkan sementara belajar di kelas atau di rumah terasa membosankan bagi mereka. Hal ini menuntut adanya penyesuaian pendekatan belajar agar lebih bermakna dan menyenangkan bagi anak.
Pendekatan yang berbeda dalam proses belajar juga disampaikan oleh psikolog anak, Irma Gustiana. Irma menekankan bahwa anak-anak generasi saat ini memiliki kebutuhan pendekatan pembelajaran yang berbeda karena lahir di era digital. Meskipun materi yang diajarkan tetap penting, cara penyampaian informasi perlu disesuaikan dengan kondisi tersebut.
Belajar Sambil Bermain: Metode Efektif
Irma mengatakan bahwa metode belajar sambil bermain terbukti efektif karena dapat membuat anak merasa lebih rileks. Saat dalam kondisi yang rileks, anak cenderung lebih mudah menerima informasi dan akan lebih termotivasi untuk mengulang proses belajar tersebut. Menurut Irma, saat anak merasa rileks, proses belajar menjadi menyenangkan dan informasi yang disampaikan dapat dengan cepat terserap oleh anak.
Belajar sambil bermain tidak hanya berdampak pada kemampuan akademik anak, tetapi juga membantu dalam menumbuhkan rasa percaya diri. Anak belajar mengatasi tantangan, mencari strategi, dan berinteraksi dengan teman sebaya. Hal ini juga berkontribusi pada perkembangan sosial dan emosional anak, seperti kemampuan bekerja sama, mengelola emosi, dan lain sebagainya.
Keterlibatan Orang Tua dalam Proses Belajar
Rita Pranawati menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua. Dikarenakan anak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, maka orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Tanpa suasana belajar yang kondusif di rumah, potensi kegagalan dalam pendidikan anak akan semakin besar.
Data Program for International Student Assessment 2022 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-69 dari 80 negara dalam hal kemampuan membaca, matematika, dan sains. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, orang tua, guru, dan berbagai pihak terkait sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air. Salah satunya adalah melalui program belajar interaktif dengan berbagai tema yang diselenggarakan untuk mendukung proses pendidikan anak.












