Nama Dhea Natasya tercatat sebagai perempuan Indonesia pertama yang menembus World Surf League (WSL) World Longboard Tour. Peselancar asal Indonesia itu memastikan tiket ke kompetisi kasta tertinggi dunia setelah menjuarai Hamamatsu Open 2026 di Jepang.
Pencapaian tersebut menjadi hasil dari perjalanan panjang di rangkaian kualifikasi regional Asia atau Qualifying Series (LQS). Dhea mengumpulkan poin melalui sejumlah penampilan penting, yakni menjadi juara di Korea Selatan pada 2025, meraih posisi kedua di Filipina, lalu menutup rangkaian itu dengan podium utama di Hamamatsu, Jepang.
Berawal dari membantu ayah di pantai Bali
Dhea mengenal selancar sejak berusia sembilan tahun. Saat itu, ia membantu ayahnya menyewakan papan selancar di salah satu pantai di Bali. Namun, ketertarikannya tidak langsung tumbuh. Dhea sempat takut dan menangis karena belum mahir berenang.
Semangat berkompetisinya mulai muncul setelah melihat sang adik memenangi sebuah perlombaan. Pengalaman tersebut mendorong Dhea kembali belajar selancar hingga akhirnya menekuni olahraga itu secara serius.
“Jiwa kompetitif pun muncul dan akhirnya saya mulai belajar surfing lagi dan cinta sama surfing,” ujar Dhea dalam jumpa pers YUMMY Dairy x Dhea Natasya, Rabu, 15 Juli 2026.
Dari aktivitas yang bermula sebagai kegiatan masa kecil, Dhea kemudian menjaga latihan secara konsisten sampai mampu mencapai level internasional. Menurut dia, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan dibangun melalui kedisiplinan mental dan kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Menyiapkan mental untuk panggung tertinggi
Perjalanan menuju kompetisi penentu di Jepang sempat menghadapi kendala biaya operasional yang tinggi. Dhea akhirnya memperoleh dukungan dari YUMMY Dairy untuk mengikuti ajang tersebut dan mengamankan posisi yang membawanya ke World Tour.
Seri perdana WSL World Tour 2026 dijadwalkan berlangsung di Huntington Beach, California, Amerika Serikat, mulai 20 Juli. Dhea berencana bertolak ke Los Angeles lima hari sebelum kompetisi untuk beradaptasi dengan lokasi pertandingan.
Sepanjang musim, ia akan mengikuti empat seri kejuaraan global yang digelar di Amerika Serikat, Australia, Filipina, dan El Salvador. Menghadapi peselancar perempuan terbaik dunia membuat persiapan mental menjadi perhatian utama, selain latihan fisik.
Dhea menilai setiap sesi latihan merupakan bagian dari perjalanan wellness yang menyeluruh. Konsistensi untuk terus belajar dari setiap ombak ia jadikan cara untuk menjaga ketahanan fisik dan mental, sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Yang dipersiapkan tentunya mental, karena ini pertama kali saya di World Tour dan itu level yang paling tinggi,” katanya.
Dengan debut tersebut, Dhea akan menjalani tantangan baru di panggung global, sekaligus membawa catatan bersejarah sebagai peselancar perempuan Indonesia pertama yang tampil di WSL World Longboard Tour.












