**Peran Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga**

Perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Peran tersebut tidak hanya terlihat dari aktivitas mereka menjalankan usaha, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional melalui sektor UMKM.

Chairman PT Etos Kreatif Indonesia Mukit Hendrayatno mengatakan, perempuan kerap menjadi sosok yang membuat usaha kecil tetap bertahan di tengah berbagai tantangan. “Saya percaya di balik usaha kecil yang mampu bertahan, ada perempuan hebat yang tidak pernah menyerah. Kami ingin mereka tahu bahwa perjuangannya sangat berarti dan layak mendapat apresiasi,” kata Mukit dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 17 Juli 2026.

Dukungan bagi 250 perempuan pelaku UMKM

Apresiasi tersebut diwujudkan PT Etos Kreatif Indonesia melalui kegiatan bertajuk “Etawalin Dukung Perempuan Kuat di Setiap Peran”. Bekerja sama dengan Yayasan Amal Bunda, perusahaan memberikan paket sembako dan bantuan uang tunai kepada 250 perempuan pelaku UMKM. Kegiatan itu berlangsung di Ethos Digital Valley, Purwokerto.

Menurut Mukit, para penerima manfaat menjalankan beragam tanggung jawab sekaligus, mulai dari menjadi ibu dan istri hingga menggerakkan ekonomi keluarga. Karena itu, pemberdayaan perempuan, menurut dia, perlu dilakukan melalui kolaborasi dan aksi yang nyata agar dapat menciptakan dampak sosial berkelanjutan.

Direktur Utama PT Etos Kreatif Indonesia Lucky Hatreztyo berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai bantuan sesaat. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada perempuan pelaku UMKM yang selama ini menjadi penggerak ekonomi keluarga,” ujar Lucky.

Lucky juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan sendi bagi perempuan yang aktif menjalankan berbagai peran. Ia menyebut kesehatan sendi sebagai salah satu fondasi agar masyarakat tetap aktif dan produktif. “Melalui inovasi susu herbal untuk kesehatan sendi, Etawalin ingin mendukung masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM, agar dapat terus menjalankan berbagai perannya dengan optimal,” katanya.

Perempuan dan kontribusi terhadap ekonomi nasional

Besarnya peran perempuan dalam ekonomi juga pernah disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui laman resmi Kementerian Keuangan pada April 2026. Ia menyebut lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) berasal dari UMKM yang menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Mayoritas pelaku di sektor tersebut merupakan perempuan.

“Artinya jelas, perempuan bukan hanya pelaku ekonomi, perempuan adalah penopang ekonomi,” kata Purbaya. Ia juga menyoroti meningkatnya partisipasi perempuan dalam sektor keuangan, termasuk investasi. Jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) ritel telah melampaui 500 ribu orang, dengan sekitar 9 persen di antaranya merupakan ibu rumah tangga.

“Ini adalah bentuk emansipasi baru. Ketika perempuan paham keuangan, dia melindungi keluarga dari risiko. Dia menciptakan masa depan yang lebih pasti,” ujar Purbaya.

Ketua Yayasan Amal Bunda Anita Ratna Faoziyah mengatakan perempuan pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga dukungan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian. “Kami berharap kolaborasi ini menghadirkan harapan baru agar mereka semakin mandiri dan percaya diri mengembangkan usahanya,” katanya.

Yayasan Amal Bunda bergerak di bidang sosial, ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan. Lembaga tersebut mendorong pemberdayaan perempuan melalui edukasi, pendampingan, dan kolaborasi.

Dukungan juga disampaikan Brand Ambassador Etawalin Maia Estianty. Ia mengatakan bangga menjadi bagian dari gerakan yang menggabungkan perhatian terhadap kesehatan dan pemberdayaan perempuan. “Saya sangat mengapresiasi para perempuan pelaku UMKM yang terus berjuang. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat agar mereka terus berkarya, berkembang, dan jangan lupa tetap menjaga kesehatan agar bisa menjalankan setiap peran dengan maksimal,” kata Maia.

Source link