Bank Jago memperkenalkan fitur Inspirasi Kantong untuk membantu pengguna mengatur uang berdasarkan tujuan, kebiasaan, dan kondisi finansial masing-masing. Fitur ini menawarkan rekomendasi susunan kantong yang dapat digunakan sebagai titik awal dalam memisahkan dana, sehingga kebutuhan harian, tabungan, dana darurat, dan pengeluaran tidak bercampur dalam satu rekening.
Saat ini, Inspirasi Kantong menyediakan enam tipe pengguna, yakni Perintis, Pejuang, Pembangun, Pelindung, Penjaga, dan Perancang. Setiap tipe dirancang untuk mencerminkan karakter serta prioritas finansial yang berbeda. Pengguna dapat menemukan rekomendasi komposisi kantong setelah menjawab sejumlah pertanyaan mengenai tujuan dan cara mereka mengelola uang.
Berangkat dari pengalaman 10 peserta
Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago Michael Hartawan mengatakan, perbedaan tujuan dan kebiasaan membuat setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menempatkan uang.
“Kami menghadirkan Inspirasi Kantong untuk membantu pengguna menemukan ide komposisi kantong yang sesuai dan relevan dengan situasi dan keuangan personal,” kata Michael.
Sebelum fitur tersebut diluncurkan, Bank Jago menggelar Reality Challenge: Seni Menempatkan Uang. Program yang berkolaborasi dengan sutradara Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez itu melibatkan 10 orang dengan latar belakang, profesi, serta tujuan finansial yang beragam.
Para peserta menerima tambahan dana sebesar Rp10 juta untuk dikelola selama 30 hari melalui Aplikasi Jago. Mereka tidak diberi naskah maupun arahan mengenai keputusan yang harus diambil. Selama proses berlangsung, perjalanan mereka didampingi Certified Financial Planner Annisa Steviani.
Sebelum tantangan dimulai, delapan dari 10 peserta menyatakan lebih memilih memiliki uang lebih banyak dibandingkan menjadi lebih jago mengelola uang. Setelah menjalani program selama 30 hari, pilihan tersebut berbalik. Delapan peserta justru memilih menjadi lebih jago mengelola uang.
“Sebelum Reality Challenge dimulai, peserta diberikan pertanyaan sederhana, yaitu ´Jika diberi pilihan, mana yang akan dipilih, memiliki lebih banyak uang atau menjadi lebih jago mengelola uang?.´ Hasilnya menunjukkan perubahan cara pandang yang menarik. Ketika setiap orang menerima jumlah uang yang sama yang lebih menentukan adalah bukan nominal uangnya tetap cara mengelola uang sesuai tujuan, prioritas, dan hidup masing-masing orang,” tutur Michael.
Rekomendasi disesuaikan dengan tujuan
Di awal program, peserta mengisi kuesioner singkat untuk menentukan tipe Inspirasi Kantong yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Hasil kuesioner itu kemudian menjadi dasar rekomendasi susunan kantong di Aplikasi Jago.
Andini, seorang guru yoga, memperoleh tipe Perintis. Ia mendapatkan rekomendasi satu Kantong Dana Darurat, dua Kantong Kebutuhan Harian, dua Kantong Menabung, dan satu Kantong Pengeluaran. Susunan tersebut digunakannya untuk memisahkan dana operasional kelas yoga, pembelian bahan baku, serta kebutuhan pengembangan bisnis wellness yang sedang dirintis.
Peserta lain, Caesario, memiliki dua target, yaitu menggelar konser musik dan memberangkatkan orang tuanya untuk umrah. Berdasarkan hasil pertanyaan Inspirasi Kantong, ia masuk tipe Pejuang dengan rekomendasi satu Kantong Dana Darurat, satu Kantong Kebutuhan Harian, satu Kantong Menabung, dan satu Kantong Pengeluaran.
Peserta lainnya memiliki prioritas yang berbeda-beda. Sebagian berfokus membangun dana darurat dan menjaga kestabilan keuangan, sementara yang lain mengutamakan kebutuhan keluarga atau menyisihkan uang secara disiplin untuk pendidikan dan liburan ke luar negeri.
Menurut Michael, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan uang tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah dana yang tersedia. Setiap peserta menerima nominal yang sama, tetapi cara mereka menggunakan dan membaginya berbeda sesuai tujuan, kebutuhan, serta perjalanan finansial masing-masing.












